in

Disesalkan Menkominfo, Ribuan Hoaks Soal Pandemi di Media Sosial

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate saat melakukan pertemuan virtual dengan para pimpinan platform media sosial di Indonesia, Minggu (18/7/2021). (Foto: kominfo.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate menyesalkan adanya ribuan hoaks yang bertebaran di media sosial. Informasi yang tidak tepat, sesungguhnya, sangat memengaruhi laju pemulihan pandemi Covid-19.

Hoaks pandemi memang merepotkan. Apalagi, masyarakat kemudian menelan begitu saja informasi yang beredar di media sosial. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan berbagai upaya untuk menurunkan atau take down berita-berita yang bersifat disinformatif.

Menkominfo menuturkan ada 1.763 isu hoaks Covid-19 yang tersebar ke dalam 3.817 unggahan (postingan) media sosial. Hal itu disampaikan dalam pertemuan virtual dengan para pimpinan platform media sosial di Indonesia, Minggu (18/7/2021).

Menteri menegaskan kembali tanggung jawab platform dalam penanganan hoaks di masa pandemi. Pengelola platform media sosial diharapkan dapat secara lebih aktif membersihkan ruang digital Indonesia dari dampak persebaran kabar menyesatkan terkait Covid-19 atau fenomena infodemi yang masih terus terjadi.

“Saya menyesalkan banjir informasi yang tidak tepat dan sangat memengaruhi laju pemulihan pandemi Covid-19 di Indonesia,” kata Menkominfo.

“Saya instruksikan kepada semua platform digital untuk lebih proaktif melakukan penanganan konten hoaks, turut mengamplifikasi pesan yang membangun optimisme dan kekuatan bangsa, serta turut menyebarkan informasi kebijakan dan penanganan COVID-19 oleh pemerintah, termasuk percepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan,” kata Menteri melanjutkan.

Menurut Menteri persebaran hoaks harus ditangani secara serius. Pasalnya hoaks bisa mempengaruhi pemikiran manusia. Ironisnya banyak yang menjadi korban dari penyebaran infomedia ini.

Terkait dengan ditemukannya ribuan isu hoaks Covid-19 yang tersebar ke berbagai unggahan media sosial, Kemenkominfo memastikan sebagian besar atau sekitar 3.356 unggahan telah diturunkan atau di-take down. Temuan itu berdasarkan data sepanjang 23 Januari 2020 hingga 18 Juli 2021. Beragam temuan tersebut ditindaklanjuti dengan penegakan hukum oleh Kepolisian RI terhadap 767 kasus yang dilakukan sampai dengan 15 Juli 2021 lalu.

Temuan itu terkait hoaks dan disinformasi Covid-19 seperti pemelintiran informasi bahwa rumah sakit sengaja meng-covid-kan para pasien yang datang demi keuntungan komersil. Selain itu kabar sesat bahwa Covid-19 merupakan konspirasi termasuk kelompok tersebut.

Menurut Menteri ada infodemi terkait vaksin dan ditemukan 252 isu hoaks pada 1.850 unggahan media sosial sepanjang 4 Oktober 2020 hingga 18 Juli 2021. Semua hoaks telah ditangani atau di-take down.

“Temuan hoaks ini menyangkut isu, di antaranya vaksin yang menyebabkan gelombang radiasi elektromagnetik, informasi keliru bahwa vaksin menyebabkan kematian, dan informasi keliru yang menyatakan bahwa penyebaran Covid-19 varian Delta disebabkan vaksinasi,” tutur dia.

Selain itu ada infodemi terkait hoaks dan disinformasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Selama bulan Juli ini saja sudah ditemukan 25 isu hoaks PPKM Darurat pada 209 unggahan media sosial. Dikatakannya saat ini sudah 136 unggahan yang di-take down.

“Isu hoaks ini menyangkut informasi keliru tentang penolakan PPKM Darurat di berbagai daerah serta pemahaman yang salah mengenai perpanjangan PPKM Darurat. Penanganan hoaks akan terus dilakukan dari hulu ke hilir. Dimulai dari edukasi literasi digital, pemutusan akses (take down) konten negatif bersama platform media sosial, penerbitan klarifikasi hoaks bersama pemangku kepentingan terkait, hingga mendukung Kepolisian RI dalam upaya penegakkan hukum,” ujar Johnny.

“Diperlukan juga dukungan yang besar dari platform media sosial untuk proaktif menangani hoaks dan secara agresif mendorong literasi digital di masyarakat. Masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal-kanal informasi untuk melakukan pemeriksaan hoaks secara mandiri dan melakukan pengaduan konten hoaks melalui kanal aduan yang tersedia,” ujar Menteri.(HS)

Share This

Danpuslatpur: Jadikan Momentum Kurban Untuk Berbagi Di Tengah Pandemi

Penyembelihan Hewan Kurban di Pemkab Blora Hari ini