in

Disdikbud Boyolali Teliti Situs Watu Genuk

Tim dari Disdikbud Kabupaten Boyolali bersama BPCB Jateng, melakukan kajian lanjutan di situs Watu Genuk di Dukuh Genuk Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. baru-baru ini. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, melakukan kajian lanjutan situs Watu Genuk, di Dukuh Genuk Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, Darmanto mengatakan, kajian lanjutan ini, menggandeng pihak ketiga dan didampingi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

“Ya, hari ini kita lakukan kembali kajian situs Watu Genuk bersama pihak ketiga dan kami didampingi dari BPCB Jateng,” kata dia, seperti dirilis boyolali.go.id, baru-baru ini.

Darmanto mengatakan hasil kajian tersebut, nantinya akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat, mengenai upaya selanjutnya, termasuk pengelolaan situs ini.

“Nanti setelah ada kajian ini, nanti hasilnya seperti apa kita tunggu. Kemudian langkah apa selanjutnya kita tunggu dulu dari hasil kajian dari BPCB ini,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Kapokja) Pemugaran BPCB Provinsi Jawa Tengah, Eri Budiarto, mengatakan pihaknya akan melakukan survei serta mengumpulkan data-data, terkait pendataan situs Watu Genuk.

“Langkah pertama kita lakukan kajian serta melakukan survey dan pendataan. Setelah ada hasilnya baru kita lakukan langkah selanjutnya,” kata dia.

Lanjut dia, setelah mendapatkan rekomendasi atau hasil tersebut, diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat di Boyolali.

“Situs ini berlatar belakang Agama Hindu, dan dibangun pada abad IX. Data prasasti kita juga belum menemukan, jadi kita belum bisa menentukan hasilnya seperti apa,”ujar dia.

Ia mengatakan, kajian ini diperkirakan akan berjalan selama satu bulan, setelah mendapatkan rekomendasi dari hasil kajian ini nantinya akan ditindaklanjuti dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali dan BPCB akan terus membantu dan mendapingi.

“Ya, kemungkinan bangunan ini sepertinya dikeliling fondasi dan ada pagar. Tetapi itu baru indikasi saja. Kita lakukan kajian selama satu bulan dulu,“ kata dia. (HS-08).

Sosialisasi Non-Perda di Kabupaten Semarang, Anggota Dewan Ini Sarankan Pengusaha Memanfaatkan Media Sosial

Pemkab Purbalingga akan Mereplikasi Aksi Cegah Stunting di Desa Karangaren ke Semua Kecamatan