in

Disdik Siapkan Mekanisne Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2021/2022

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri.

 

HALO SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang mulai mempersiapkan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2021/2022, untuk satuan pendidikan formal. Yaitu dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Mekanisme seleksi PPDB tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Untuk seleksi PPDB TK, dilaksanakan berdasarkan ketentuan usia yang ditetapkan. Seleksi PPDB SD, dilaksanakan berdasarkan Nilai Akhir Peringkat (NAP) SD yang diperoleh dengan penghitungan dari Nilai Usia (NU), Nilai Zonasi (NZ) dan Nilai Lingkungan (NL).

Sedangkan untuk seleksi PPDB SMP, dilaksanakan berdasarkan NAP SMP yang diperoleh dengan penghitungan Nilai Zonasi (NZ), Nilai Raport (NR) SD atau sederajat, Nilai Prestasi (NP) dan Nilai Lingkungan (NL).

“PPDB tahun ini mekanismenya tetap sama dengan tahun lalu, yakni dilaksanakan secara online tanpa pemberkasan. Jadi kalau memasukkan NIK dan tanggal lahir sudah muncul nama, nilai zonasi maupun raport,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, baru-baru ini.

Namun demikian, sejauh ini pihaknya belum menentukan jadwal waktu pelaksanaan PPDB online tersebut.

“Mengenai jadwal pelaksanaan teknisnya baru dirapatkan, belum final. Kami masih mencari waktu agar tidak berbenturan dengan jadwal kegiatan lain di sekolah,” katanya.

Untuk penghitungan nilai pada seleksi penerimaan peserta didik baru, lanjut Gunawan, nilai zonasi adalah 50 dan luar zonasi 40. Calon peserta didik baru apabila berprestasi di bidang akademik, olahraga, kesenian, dan bidang keterampilan baik individu maupun kelompok mendapatkan peluang besar.

“Apabila dia memiliki sertifikat atau pernah mengikuti kejuaraan, baik berjenjang maupun tidak berjenjang. Kalau kejuaraan berjenjang, juara 1, 2 dan 3, baik tingkat nasional maupun international, dia tinggal pilih sekolah. Termasuk boleh memilih di luar zonasi,” terang dia.

Sedangkan untuk Nilai Lingkungan (NL) merupakan peserta didik yang tinggal di sekitar lokasi sekolah.

“Ketentuannya sudah diatur oleh lurah dan camat. Kalau untuk SMP ada nilai raport lima semester,” imbuhnya.

“Ujian Nasional (UN) ditiadakan. Tapi Ujian Sekolah masih ada. Sebetulnya nilai itu didapatkan dari bermacam-macam, mulai dari nilai harian, nilai ujian, tugas dan sebagainya. Nanti digabungkan dan diambil rata-rata menjadi nilai akhir,” pungkasnya.(HS)

Share This

Virtual Police Kirim Peringatan ke 336 Akun, Terbanyak Facebook

Meski Buka, Pantai Indah Kemangi Perketat Penerapan Prokes