Disdik: Mulai Senin, Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Semarang

Suasana Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Negeri Pekunden, sebagai salah satu sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan untuk menggelar uji coba PTM, Rabu (31/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Uji coba pembelajaran tatap muka untuk sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Semarang, yakni TK, SD dan SMP,  dimulai pada Senin, (5/4/2021) besok. Sedikitnya ada empat sekolah telah siap menjalankan uji coba pembelajaran tatap muka tersebut.

Keempat sekolah tersebut yakni SMP Negeri 2 Semarang, SMP Negeri 5 Semarang, SD Negeri Pekunden Semarang dan SD Negeri Lamper Kidul 2 Semarang.

“Uji coba ini untuk memastikan teknis penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, baru-baru ini.

Dijelaskannya, pertama, materi pembelajaran mengenai pengetahuan terkait Covid-19 terlebih dahulu, kemudian penguatan karakter.

“Mengenai jumlah siswa yang masuk adalah 50 persen dari jumlah kapasitas sekolah masing-masing. Misalnya SMP biasanya masing-masing kelas 32 siswa, maka jadi 16 siswa yang masuk kelas. SD yang biasanya 28 siswa menjadi 14 siswa,” terangnya.

Sisanya akan masuk secara bergiliran, yakni menggunakan sistem ganjil genap.

“Misalnya Senin ganjil, Selasa genap, Rabu ganjil, Kamis genap. Untuk Jumat, Sabtu Minggu free. Saat siswa libur, dilakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruang kelas,” kata dia.

Lebih lanjut, kata Gunawan, uji coba untuk keempat sekolah tersebut akan berlangsung selama dua minggu ke depan.

“Apabila sesuai evaluasi berjalan lancar dan tidak terjadi kendala, maka akan ditambah sekolah lain untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Ditargetkan Juli 2021, yakni pada tahun ajaran baru, seluruh sekolah di bawah Dinas Pendidikan Kota Semarang telah menerapkan sekolah tatap muka,” paparnya.

Untuk mengantisipasi atau meminimalisasi kendala teknis di lapangan, lanjut Gunawan, maka Standar Operasional Prosedur (SOP) disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.

“Sehingga bisa dilakukan oleh sekolah itu sendiri. Karena jumlah ruangan dan jumlah siswa bisa berbeda-beda. Sedangkan untuk operasional menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sudah cukup,” katanya.

Sementara Kepala SMP Negeri 23 Semarang, Anwar Kumaidi mengatakan, berkaitan dengan penerapan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru Juli 2021, supaya setiap sekolah diminta melakukan uji coba terlebih dahulu.

“Untuk melakukan uji coba ini Dinas Pendidikan Kota Semarang meminta setiap sekolah mengajukan proposal atau pengajuan izin. Kami penuhi pengajuan proposal termasuk persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi,” katanya.

Misalnya, kata Anwar, setiap sekolah diminta melengkapi data vaksinasi guru dan tenaga kependidikan, surat perjanjian kerjasama dengan puskesmas, persetujuan dari orang tua siswa.

“Termasuk menyiapkan SOP sekolah dan satgas pencegahan penyebaran Covid-19 di tingkat sekolah. Selain itu, mengisi ceklis kuesioner yang kemudian dilakukan visitasi oleh Dinas Pendidikan. Kalau memang telah memenuhi syarat, maka sekolah tersebut bisa melakukan uji coba pembelajaran tatap muka,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.