in ,

Disdik Kota Semarang Buka Pendaftaran PPDB Pada 18 Juni, Ini Kuotanya

SMP N 16 Semarang yang telah dibangun dan tidak lama lagi akan dipakai proses belajar mengajar siswa.
HALO SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang akan membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 dengan sistem baru yang berbeda dengan sebelumnya.
Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Kota Semarang, Fajriyah menjelaskan, PPDB tahun sebelumnya menerapkan modifikasi dimana semua indikator PPDB diramu menjadi satu dan muncul satu Nilai Akhir Peringkat (NAP). Sedangkan, PPDB 2024 ini, kata Fajriyah, nantinya ada beberapa jalur pendaftaran siswa baru.
“PPDB tahun ini dibongkar total dan akan berbeda,” jelas Fajriyah, Senin (10/6/2024).
Pada PPDB Kota Semarang 2024, dia menyebut, ada tiga jalur untuk jenjang SD dan empat jalur untuk jenjang SMP.
Pertama, kata Dia, jalur zonasi. Pada jalur zonasi, ada nilai lingkungan. Dan merupakan kebijakan daerah yang diterapkan di Kota Semarang. Adanya nilai lingkungan ini bertujuan agar warga sekitar sekolah bisa masuk sekolah terdekat.
“Kami ingin warga RT yang menempel di lingkungan sekolah, diterima di sekolah tersebut,” kata Fajriyah.
Kemudian, melalui jalur afirmasi. Dia menjelaskan, jalur afirmasi dibagi dua kategori yaitu inklusi dan siswa miskin. Pihaknya memprioritaskan kategori inklusi. Daya tampung kategori inklusi sebanyak sepersepuluh dari jumlah siswa. Jika satu sekolah kelebihan pendaftar inklusi, akan diarahkan ke sekolah lain yang masih memungkinkan menerima siswa inklusi.
“Kalau SD jumlahnya 28 siswa maka 3 siswa inklusi per rombel, SMP itu 32 siswa, jadi 3 siswa inklusi per rombel. Kami atur seperti itu. PPDB inklusi sudah dibuka 1 Februari – 26 Maret 2024.
Pengumuman 10 Juni 2024,” imbuhnya.
Nantinya, lanjut Fajriyah, sisa kuota afirmasi inklusi akan diperuntukan bagi siswa miskin. Jalur afirmasi siswa miskin ini dipastikan satu pintu melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.
Semua siswa yang terdata di DTKS bisa mendaftar lewat afirmasi. “Kalau tidak tercantum maka tidak akan bisa masuk jalur afirmasi,” ujarnya.
Ketiga, selanjutnya ada jalur mutasi. Fajriyah menjelaskan, jalur mutasi diperuntukkan bagi calon siswa yang orang tua dari luar kota bekerja di Semarang. Jalur mutasi ini difokuskan untuk ASN, TNI, Polri, BUMN, dan BUMD. Usia surat mutasi satu tahun. Jika ada sisa kuota mutasi, akan dialihkan ke anak guru yang mengajar di sekolah tersebut. Sementara untuk jenjang SMP, ada tambahan jalur prestasi.
Dia menjelaskan, untuk jalur prestasi ini tidak dibatasi zona. Artinya, calon siswa bisa mendaftar lintas zona. Untuk masuk jalur prestasi, tidak harus mempunyai piagam.
“Memiliki rapot saja bisa masuk jalur prestasi. Jika memiliki piagam kejuaraan, bisa jadi nilai tambah,” paparnya.
Selain itu, Fajriyah menambahkan, Pemerintah Kota Semarang mengambil kebijakan adanya tambahan Nilai Penguatan Pendidikan Karakter (NPPK). Misalnya calon siswa mengikuti kegiatan TPQ, kegiatan kebudayaan antara lain keahlian dalang atau lainnya.
“Asalkan mereka punya bukti, bisa jadi nilai tambah NPPK. Piagam NPPK ini diunggah sekolah masing-masing. Verifikasi di Disdik. Piagam kejuaraan dan NPPK ini bukan hanya SD, MI juga diberi kesempatan mengunggah kejuaraan,” katanya.
Fajriyah menyebutkan, bahwa persentase kuota untuk jenjang SD Negeri sebanyak 75 persen untuk zonasi, 20 persen afirmasi, dan lima persen mutasi. Sementara, persentase kuota jenjang SMP Negeri sebanyak 55 persen zonasi, 25 persen afirmasi, lima persen mutasi, dan 15 persen prestasi.
“Kuota untuk seluruh jenjang sekitar 11 ribu siswa, sedangkan angka kelulusan mencapai 25 ribu siswa. Artinya, nantinya tidak semua pendaftar akan diterima di sekolah negeri,” katanya.
Adapun perbedaan lainnya untuk PPDB 2024 ini, Fajriyah menyebut, ada cadangan sebesar tiga persen dari daya tampung. Dan cadangan akan muncul setelah pengumuman. Nantinya, siswa cadangan dihubungi masing-masing oleh satuan pendidikan. (HS-06)

Sekda Jateng Dorong BLUD Kesehatan Kedepankan Pelayanan Masyarakat

Enam Keluarga di Sukorejo Terdampak Kebakaran, Pemkab Kendal Berikan Bantuan