Disbudpar Siapkan Lima Film Sambut Hari Jadi Ke-474 Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat nonton rilis Film Pusara(n) di bioskop XXI Mal Paragon Semarang, Selasa (30/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang akan merilis lima film untuk menyambut di Hari Jadi ke -474 Kota Semarang, pada 2 Mei 2021 mendatang.

Dari total lima film tersebut, salah satunya telah dirilis dengan judul Pusara(n). Film ini diputar di bioskop Kota Semarang, Selasa (30/2/2021) sekaligus untuk memperingati Hari Film Nasional yang jatuh pada tanggal 30 Maret.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, pemutaran film berjudul “Pusara(n)” merupakan momentum untuk membangkitkan dunia perfilman di Indonesia, khususnya Kota Semarang.

Film tersebut dibuat oleh anak-anak muda Semarang dengan melibatkan sektor lainnya, seperti musisi lokal dan industri kreatif lainnya.

“Dalam film ini, juga menampilkan budaya lokal Kota Semarang, sekaligus ajang promosi ke luar daerah. Sebenarnya potensi perfilman di Kota Semarang cukup bagus, terutama dalam hal lokasi yang tidak kalah dengan daerah lain,” katanya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang ikut menonton rilis film tersebut di bioskop XXI Mal Paragon memberikan kritik, karena di dalam alur ceritanya banyak menampilkan adegan merokok.

Namun, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, secara keseluruhan ide film tersebut cukup bagus.

“Masukan dan kritik yang saya sampaikan ini agar orang yang menonton bisa lebih banyak yang bisa menikmatinya,” katanya.

Hendi juga menyampaikan apresiasinya dengan rilisnya film Pusara(n) ini.

“Filmnya bagus, karena menampilkan banyak budaya lokal Semarang dan banyak lokasi film juga keren. Bisa terus digali lokasi yang bagus untuk dijadikan tempat syuting yang akan disiapkan,” imbuhnya.

Hendi juga memberikan semangat kepada sineas muda Semarang untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan diri terkait pembuatan film.

“Agar bisa menghasilkan karya-karya film yang keren. Sekaligus cara ini salah satu upaya untuk membangkitkan kembali dunia perfilman di Indonesia yang sempat turun karena dampak pandemi Covid-19,” katanya.

Salah satu produser Film Pusara(n), Indra Prasetiya mengatakan, film Pusara(n) ini menceritakan gejolak batin Rahman sopir taxi online.

Saat bekerja, ia bertemu dengan berbagai permasalahan. Sehingga membuat hidup Rahman semakin berkecamuk dan berniat mengakhiri hidupnya.

“Saya rasa ini akan menjadi distraksi top of mind bagi yang melihat film ini, banyak dugaan, banyak olah rasa di film ini,” ucapnya.

Film pendek yang distrudarai Leonardo Cardinal Utomo ini diharapkan menjadi pemantik industri audio visual di Kota Semarang.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.