Diperlukan Inovasi Pelaku UKM Di Tengah Pandemi

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melihat produk kerajinan limbah kayu di Desa Wisata Candirejo Magelang.

 

HALO SEMARANG – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diminta untuk kreatif dan berinovasi menciptakan produk, serta cermat  membaca permintaan pasar agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Selain itu mereka juga didorong untuk lebih massif dalam upaya marketing melalui sistem digital.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo menyatakan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus kreatif dan berinovasi, baik dalam hal produksi maupun pemasaran.

Karena menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 ini, telah terjadi perubahan kebiasaan konsumen terhadap pembelian produk.

“Sekarang harus switch, beradaptasi karena permintaan (demand) masyarakat berubah di tengah pandemi. Biasanya yang bekerja di kantor, kini dari rumah stay at home melalui online,” ujarnya di Semarang.

Melihat adanya perubahan itu, Atikoh meminta pelaku usaha harus lebih cermat dalam memasarkan produknya di dalam negeri maupun luar negeri.
Selain itu, Atikoh meminta pelaku usaha terlebih dulu mempelajari kebutuhan atau permintaan pasar sebelum membuat suatu produk.

“Cermati dulu jangan sampai produk yang diekspor sulit masuk. Karena demand sejumlah negara tujuan mengalami perubahan,” tuturnya.

Seperti diketahui, Data BPS dan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa Jateng memiliki usaha mikro kecil sebanyak 4.131.727 usaha.

Dari jumlah itu, 51 persen mengalami kendala pemasaran, 25 persen mengalami kendala pembiayaan, 5 persen kendala bahan baku dan 19 persen kendala lainnya.

Apalagi saat pandemi ini, yang berdampak pada melemahnya ekonomi masyarakat membuat daya beli masyarakat juga ikut melemah. UMKM sendiri menjadi salah satu andalan pemerintah dalam upaya membangkitkan kembali ekonomi daerah maupun nasional.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.