in

Dinsos Kendal Gelar Orientasi Medan Bagi Penyandang Tunanetra

Para penyandang tunanetra di Kendal mengikuti orientasi medan yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Kamis (11/11/2021) 

 

 

HALO KENDAL – Dinas Sosial Kabupaten Kendal menggelar Pelatihan Orientasi Medan bagi para penyandang tunanetra di Aula Dekopinda Kabupaten Kendal, Kamis (11/11/2021).

Sedikitnya 30 penyandang tunanetra dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kendal mengikuti pelatihan selama dua jam itu. Materi yang diberikan meliputi, drama simulasi dan diskusi kelompok oleh Ketua Komunitas Sahabat Mata Semarang, Basuki.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kendal, Joko Hartono menjelaskan, tujuan pelatihan ini agar peserta memahami orientasi dan mobilitas.

Targetnya, para peserta bisa menentukan posisi atau tempat ia berada dan bisa menentukan kemana tujuan ketika bepergian. Selain itu, peserta bisa menentukan cara mencapai tujuan kemana ia pergi.

“Jadi tiap peserta, akan mendapatkan bantuan tongkat putih atau tongkat tunanetra yang digunakan untuk sarana pelatihan dan digunakan sehari-hari, terutama ketika keluar rumah,” katanya.

Joko menyebut, peserta dibagi menjadi enam kelompok. Tiap kelompok melakukan praktek simulasi, yakni cara menyeberang jalan, cara pergi ke rumah sakit atau puskesmas, dan cara pergi untuk membeli makanan di pujasera.

“Selanjutnya diadakan diskusi dengan tema berani keluar rumah sendiri, berani naik angkutan umum sendiri, dan berani bertanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sahabat Mata Semarang, Basuki mengatakan, para penyandang tunanetra harus bisa mandiri dan mengetahui dunia luar.

Maka dengan pelatihan ini, diharapkan para penyandang tunanetra berani naik angkutan, pergi ke toko, warung makan atau pasar sendiri, dan mobilitas lainnya.

“Harapannya teman-teman bisa lebih baik lagi berkegiatan, jadi tidak hanya sebatas sebagai beban, tapi bisa menjadi nilai tambah, bisa mandiri dan bisa berdaya,” ungkap Basuki.

Satu di antara peserta, Asep Mulyadi mengatakan, bahwa pelatihan ini penting bagi teman-teman sesama anggota Pertuni. Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari, para tunanetra harus bisa hidup mandiri, tidak bergantung kepada orang lain dan tidak di rumah saja.

“Orientasi mobilitas ini sangat penting, sampai cara menggunakan tongkat. Karena kami juga kadang menyeberang, juga harus menyetop angkot dan sebagainya,” ujar Asep. (HS-07).

Share This

Sistem Informasi Unika Soegijapranata Dorong Teknologi untuk Kemanusiaan

Percepat Vaksinasi, Tim Dokkes Polres Jepara Gelar Vaksin