Dinsos Boyolali Bantu Evakuasi Pengidap Gangguan Jiwa

Tim reaksi cepat Dinas Sosial Kabupaten Boyolali, ketika menjemput orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Karanganyar; Kecamatan Tamansari. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Tim reaksi cepat Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Boyolali, Jumat (12/3) menjemput orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Karanganyar; Kecamatan Tamansari.

Penyandang masalah gangguan jiwa tersebut, akan mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa atau rumah singgah.

Pemegang program jiwa Puskesmas Karanganyar, Sumarni mengatakan penjemputan dilakukan karena warga di sekitar tempat tinggal yang bersangkutan sudah merasa resah.

Evakuasi ini juga merupakan kelanjutan dari kelompok relawan khusus program penanganan ODGJ di Boyolali, yang dibentuk belum lama ini.

Selain mendata, para relawan itu juga bertugas menangani ODGJ di wilayah masing-masing. Pendataan meliputi data kependudukan dan kepemilikan BPJS.

Sebelumnya, Pemkab Boyolali memang mewajibkan semua pengidap gangguan jiwa menjadi peserta BPJS. Dengan demikian biaya perawatan mereka akan ditanggung oleh pemerintah.

“Relawan sudah bekerja mulai Januari dan untuk Maret ini adalah tindak lanjutnya yang dimulai dari mengunjungi pasien dan mengobati. Kemudian untuk yang urgen akan dirujuk seperti ini,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dinsos Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali menjelaskan bahwa tugas pokok dan fungsi pihaknya sebenarnya adalah melakukan rehabilitasi social para ODGJ yang telah keluar dari rumah sakit jiwa.

Adapun untuk penjemputan, sebenarnya merupakan ranah Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Namun karena keterbatasan mobilitas dan sumber daya, Dinas Kesehatan tidak mampu melakukan semuanya, sehingga perlu dibantu oleh Dinas Sosial.

Setelah dilakukan penjemputan, akan dilakukan penaksiran kondisi ODGJ tersebut.

“Setelah dilakukan penjemputan ada dua metode yang dilakukan. Bagi ODGJ yang temperamental akan dikirim ke rumah sakit jiwa. Tetapi untuk ODGJ yang tidak temperamental, akan dikirim ke rumah singgah milik Dinsos,” terang Gojali.

Sebagai informasi, total kasus yang telah ditangani oleh Dinsos Kabupaten Boyolali pada 2020 sebanyak 156 orang. Adapun tahun 2021, dari Januari sampai pertengahan Maret, sebanyak 42 orang. Jumlah penghuni rumah singgah saat ini ada 16 orang, tediri atas 10 laki-laki dan 6 perempuan.

Mereka yang menempati rumah singgah bukan hanya pasien ODGJ, tetapi juga pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT). Besar anggaran yang digelontorkan Pemerintah untuk rumah singgah tahun 2021 sebesar Rp 152 juta. Alokasi tersebut digunakan untuk penyediaan logistik dan pemakaman bagi penghuni rumah singgah. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.