in

Dinporabudpar Apresiasi Program Pengayaan Materi Pembelajaran MGMP Sejarah SMA Blora

Kegiatan jelajah sejarah yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA Kabupaten Blora, dalam rangka pengayaan materi pembelajaran. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA Kabupaten Blora, menggelar jelajah sejarah, dengan mengunjungi sejumlah tempat di Kecamatan Cepu, dalam rangka pengayaan materi pembelajaran.

Pejabat Fungsional Pamong Budaya Ahli Muda Subkoordinator Kesejarahan dan Purbakala Dinporabudpar Kabupaten Blora, Eka Wahyu Hidayat SPd, saat mengikuti kegiatan tersebut mengungkapkan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, mengapresiasi program tersebut.

“Kegiatan ini sangat menarik dan membantu, khususnya bagi para guru sejarah sebagai salah satu upaya penguatan sejarah lokal Blora, guna menambah wawasan materi pembelajaran yang lebih baik pada siswa. Kami sangat mengapresiasi, dan berharap program ini terus berkelanjutan,” kata Eka Wahyu Hidayat, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Menurut Eka, di Blora, ada beberapa situs dan dugaan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah, sehingga perlu dilakukan peninjauan dan penelitian langsung ke lokasi.

Ketua MGMP Sejarah SMA Kabupaten Blora, Sri Wahyu Dini Astari, mengatakan kegiatan jelajah sejarah lokal kali ini dilaksanakan kedua kalinya.

Sebelumnya tahun 2019, dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kradenan, namun karena pandemi Covid-19, tidak dilakukan dan baru kali ini kembali dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Jadi ini sejatinya jekaj sejarah ini adalah program MGMP Sejarah SMA Kab.Blora, saat pandemi Covid-19 kami of. Untuk kali ini kembali dilaksanakan, diikuti oleh guru sejarah SMA se-Blora, ada 30 guru sejarah SMA yang ikut acara ini agar pengetahuan sejarah makin bertambah, khususnya sejarah lokal dengan melihat secara langsung,” katanya.

Dijelaskannya, agenda tahunan ini digelar untuk menambah pengayaan materi pembelajaran kepada siswa.

Dikatakannya, jelajah sejarah lokal dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.

Adapun empat titik lokasi berada di wilayah Kecamatan Cepu yang dikunjungi mencakup masa Kolonial (loko tour), Islam (Situs Jipang), Klasik Hindu Buda (Situs Ngloram) hingga masa pra aksara (Situs Purbakala Kapuan).

Pada masing-masing lokasi, para guru sejarah mendapatkan penjelasan dari sejumlah narasumber dan praktisi.

Yang tidak kalah menarik, di masing-masing lokasi dibuat dokumentasi berupa video.

Video tersebut, berisi paparan guru dan narasumber yang nantinya akan diunggah melalui media sosial dan media pembelajaran bagi guru dan siswa.

Sejumlah guru sejarah SMA Blora, membawa kamera dan membuat dokumentasi di lokasi yang dituju.

Sementara itu Yanung Pujo Raharjanto, salah satu guru mapel sejarah dari SMAN 1 Ngawen, mengatakan melalui jelajah sejarah lokal, para guru tidak hanya menyampaikan materi dari literasi buku saja, melainkan telah membuktikan secara langsung ke lokasi sejarah.

“Tentu saja, sangat berkesan setelah melihat dan mengunjungi langsung ke lokasi dengan dipandu petugas dari Dinporabudpar Kabupaten Blora,” ucapnya. (HS-08).

Gubernur Gorontalo Sebut Produk Lokal Jepara Unggul

Kejutan KTM Berlanjut di Mandalika