in

Dinobatkan sebagai Pengurus PMI Terlama di Banyumas, Sakirun : Semoga Jadi Bekal di Akhirat

Foto : Banyumaskab.go.id

 

HALO BANYUMAS – Peringatan HUT Ke-76 Palang Merah Indonesia (PMI) 17 September tahun ini, rupanya juga menjadi hari spesial untuk Sakirun, Ketua PMI Kecamatan Lumbir. Tahun ini, pria kelahiran yang sudah menjadi pengurus PMI sejak 1990 itu, dinobatkan sebagai pengurus PMI terlama.

Sakirun, pria kelahiran Lumbir, 14 September 1958 itu mengaku terharu dengan penobatan itu. Dia mengaku tak menyangka bakal menerima apresiasi semacam itu.

Bagi warga RT 02/08 Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Banyumas tersebut, pengabdiannya di PMI merupakan ibadah. Sehingga ketika tenaga dan pikiran masih diterima oleh masyarakat, dia terus berjuang.

“Usia bukan sebagai tolok ukur. Meski usia lanjut, ketika masih bisa terus dan bermanfaat, sebagai relawan saya akan iklas menjalankan. Semoga bermanfaat sekaligus bekal di akhirat nanti,” kata dia, seperti dirilis Banyumaskab.go.id.

Sebagai relawan PMI, Sakirun berusaha semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat. Bahkan setiap kali terjadi bencana di wilayahnya, dia berusaha menjadi orang pertama yang tiba di lokasi untuk membantu.

“Setiap membantu menangani bencana, saya merasa sebagai korban, sehingga dapat merasakan penderitaan mereka. Karena terlahir dari kalangan keluarga tidak mampu, saya tahu betapa berartinya bantuan orang lain,” lanjutnya.

Pensiunan PNS Puskesmas Lumbir yang bekerja dari 1987 hingga tahun 2016 tersebut, mengaku senang bisa membantu orang. Walaupun tidak mengenyam pendidikan tinggi, loyalitas dalam mengabdi pada sesama manusia, patut dan layak ditiru bagi generasi muda.

“Meski PNS, pendidikan saya hanya sampai SMP,” terangnya.

Sakirun berharap pada peringatan Hari Palang Merah Indonesia tahun ini, pengurus PMI Kabupaten Banyumas terus merekrut relawan-relawan muda, serta mempersolid kekuatan yang ada.

“Mengingat Banyumas sering terjadi bencana, meski tidak diharapkan tetapi sewaktu-waktu bisa terkena bencana,” jelas dia.

Relawan-relawan muda tersebut, menurut Sakirun dapat direkrut dari tingkat sekolah, kuliah dan masyarakat umum. Meski sekarang sudah berjalan tetapi tetap terus dikembangkan.

“Di tingkat SMP-SMA ada Palang Merah Remaja (PMR), tingkat kuliah yaitu Korps Sukarela (KSR) dan yang terakhir adalah Tenaga Sukarela (TSR) untuk masyarakat umum mereka dibekali ilmu agar konsisten membantu sesama dalam kebencanaan dan juga donor darah,” lanjutnya.

Sakirun juga berterima kasih, masih diberi kesempatan, sehingga bisa terus berpartisipasi dan mengabdi menjadi bagian dari PMI Kabupaten Banyumas.

Penting diketahui, PMI adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional Palang Merah di Indonesia, yang bergerak dalam bidang kemanusiaan. PMI selalu bekerja berdasarkan tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Sampai saat ini, PMI telah berada di 34 PMI provinsi dan sekitar 408 kota atau kabupaten di seluruh Indonesia.

Palang Merah Indonesia tidak memihak golongan politik, ras, suku atau agama tertentu. Dalam kegiatannya, PMI juga tidak melakukan pembedaan, tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya. (HS-08)

Share This

Kwarda Jateng Serahkan Bantuan APD dan Suplemen untuk Kwarcab Banyumas

Hafidz Diharapkan Turut Sosialisasikan Pentingnya Prokes dan Vaksinasi