Dinkop UMKM Kota Semarang Dorong Pelaku Usaha Urus NIB dan IUMK

Kepala Dinperindagkop UMKM Kota Semarang, Bambang Suranggono.

 

HALO SEMARANG – Dinas Koperasinya dan UMKM Kota Semarang mendorong pelaku usaha agar mengurus nomor induk berusaha (NIB) dan izin usaha mikro kecil (IUMK) melalui online single submission (OSS).

Tujuannya agar pelaku usaha di Kota Semarang bisa mendapatkan Banpres Produktif sebesar Rp 2,4 juta dari Kementrian Koperasi dan UKM.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Bambang Suranggono mengatakan, pelaku UMKM di Semarang bisa mendapatkan kesempatan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat yang nantinya ditransfer melalui rekening.

“Syaratnya adalah memiliki NIB dan IUMK. Kami dorong agar pelaku usaha yang belum punya bisa membuatnya melalui OSS,” katanya saat ditemui di Pendopo RW 1 Kelurahan Mangkang Wetan, Senin (19/10/2020).

Secara keseluruhan, lanjut Bambang, pemerintah pusat mengalokasikan bantuan untuk 12 juta pelaku UMKM di Indonesia. Pada tahap I kemarin, Dinas dan BPKP Provinsi Jateng mengajukan 18.967 pelaku usaha ke pemerintah pusat.

Setelah dilakukan verifikasi, ada 15.701 pelaku UMKM di Semarang yang berhasil mendapatkan bantuan ini.

“Anggaran bantuan setara dengan Rp 30 miliar, progresnya tahap I ini sedang tahap pencarian. Bantuan ini bisa dijadikan modal, para pelaku usaha ditengah pandemi,” bebernya.

Sementara untuk pengajuan tahap kedua, pihaknya kembali mengusulkan 16.767 pelaku usaha. Saat ini masih dalam taraf verifikasi di kementerian. Kemudian pengajuan pada tahap ketiga, lanjut dia, dinas tingkat kabupaten/kota dijadikan pengusul penerima bantuan yang harus mulai awal Oktober sampai akhir November mendatang.

“Kami targetkan sebanyak-banyaknya pelaku usaha di Semarang bisa terdaftar. Agar modal kerja mereka bisa bertambah,” beber dia.

Dinas Koperasi dan UMKM, lanjut dia, memperbanyak titik pelayanan agar bisa menjangkau pelaku UMKM yang belum terdaftar di dinas ataupun baru memulai usaha.

Untuk jumlah pelaku UMKM yang terdaftar di dinas, sampai saat ini ada sekitar 18.767 pelaku usaha.

Pandemi Covid-19, lanjut dia, membuat masyarakat malah aktif melakukan usaha kecil. Kelompok atau komunitas usaha yang baru masuk di antara UMKM jasa seperti ojek online dan fotografi.

Selain itu juga kelompok budaya seperti seniman.

“Penambahannya mencapai dua ribuan pelaku usaha. Tapi kebanyakan dari mereka belum tercatat karena memang belum mengajukan izin ke dinas,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, dengan cara melakukan penjaringan pelaku usaha sampai ketingkat bawah.

“Sangat responsif, apalagi UMKM ini juga terdampak pandemi. Dengan memiliki izin untuk diajukan mendapatkan bantuan, tentu bisa meringankan dan menambah modal usaha,” tambahan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.