in

Dinkes Kota Semarang: Tren Kasus Menurun, Taat Prokes Masih Jadi Kunci Cegah Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam. 

HALO SEMARANG – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Semarang berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, hingga Jumat (4/3) pukul 13.30 mencapai 144 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, total kumulatif kasus Covid-19 sejak Januari hingga Maret 2022 sudah mencapai lebih dari 6.500 penderita. Angka kematian sebesar 0,95 persen, sedangkan kesembuhan 99,05 persen.

Menurutnya, Dinas Kesehatan telah membandingkan angka kematian pada ledakan kasus tahun ini dan tahun lalu.

“Pada Juni 2021 lalu, total Covid-19 mencapai 24 ribu kasus dengan angka kematian lebih dari 1.000 kasus. Sedangkan pada Maret 2022 ini, total Covid-19 mencapai sekitar 6.500 kasus dengan angka kematian 100 kasus,” katanya, Jumat (4/3/2022).

Meski hingga Maret ini angka kematian semakin bertambah, namun angka tersebut lebih kecil dibanding ledakan kasus pada tahun sebelumnya.

“Artinya, angka kematian masih banyak di 2020 dan 2021 lalu,” ujar Hakam.

Dengan analisa kasus kematian tersebut, Hakam menilai, protokol kesehatan masih menjadi kunci yang harus selalu didengungkan untuk mencegah Covid-19. Selain itu vaksinasi booster juga dinilai mampu mengurangi orang yang terpapar Covid-19 bergejala bahkan meninggal.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengajak seluruh masyarakat yang belum vaksin agar segera mengikuti vaksinasi untuk memininalisir adanya gejala ataupun kematian jika terpapar Covid-19. Di sisi lain, dia juga mengimbau agar protokol kesehatan selalu diterapkan.

“Karena Covid-19 belum selesai. Meski tren cenderung menurun, mari kita lakukan aktivitas dengan protokol kesehatan,” pungkas Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi. (HS-06)

Hanya Bisa Bertahan, Pengusaha Rumah Makan hingga Wisata Keluhkan Kenaikan Harga LPG

Berjudi, Warga Ungaran dan Temanggung Terancam 10 Tahun Penjara