Dinkes Kota Semarang Mulai Susun Strategi guna Persiapan Tatanan New Normal

Rapid test yang dilaksanakan di kedai Kopi Susu Bu Lurah di Jalan Rinjani, Semarang, Rabu (27/5/2020).

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus menyiapkan strategi untuk perispan menerapkan tatanan baru atau new normal.

Beberapa organisasi pemerintah daerah (OPD) kini tengah menyiapkan inovasi atau upaya yang dapat diterapkan pada skema new normal nanti, termasuk Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, rapid test massal maupun swab test nantinya akan tetap dilakukan saat tatanan new normal.

“Kami telah menyiapkan 5.000 alat rapid test. Itu hanya untuk saat new normal saja. Kalau rapid test yang kemarin-kemarin hampir 15 ribu sendiri,” kata Hakam, Kamis (28/5/2020).

Selanjutnya, Hakam juga menyiapkan 12.500 alat virus transport media (VTM) untuk swab test pada tatanan new normal nanti.

Pihaknya akan lebih memperbanyak alat swab test dibanding rapid test. Pasalnya, rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan swab test di Semarang sudah semakin bertambah.

Saat ini ada tiga rumah sakit rujukan pemeriksaan swab test, yakni RSUP Dr Kariadi, RSUD KRMT Wongsonegoro, dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro.

“Dengan adanya rumah sakit rujukan itu, harapannya pasien bergejala, pasien dalam pengawasan (PDP) tetap tertangani, dan proses diagnostik apakah Covid-19 atau negatif tetap dilakukan,” tambahnya.

Hakam melanjutkan, petugas saat ini terus melakukan rapid test maupun swab test dengan menyasar tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, pasar tradisional, tempat nongkrong anak muda, serta tempat lain yang aktivitasnya tidak menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.

“Rapid test adalah upaya kami menuju new normal. Kami harus memastikan area publik. Itu yang kami sasar duluan. Begitu new normal dimulai, di pusat hiburan atau apa kami menuju ke arah sana,” sambungnya.

Begitu menemukan kasus positif di area publik, kata Hakam, pemkot akan menutup area tersebut untuk dilakukan sterilisasi.

Sekaligus, petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang akan melakukan tracking atau penelusuran orang yang kontak dengan pasien Covid-19.

“Ada tiga mal yang telah kami sasar. Paragon, Java Mall, dan Ada Swalayan. Kalau bisa nanti semuanya. Kami akan agendakan ke tempat yang banyak orang dan tidak menerapkan protokol secara disiplin, termasuk pasar-pasar,” paparnya.

Menurutnya, kunci menuju new normal yakni kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan serta gerak bersama seluruh elemen mewujudkan hal tersebut.

Karena itu, dia meminta seluruh elemen untuk turut terlibat mencegah penyebaran Covid-19.

“Kalau hanya pemerintah saja tidak mungkin. Pewarta, pengusaha, masyarakat harus terlibat. Masyarakat sendiri jadi garda terdepan,” imbuhnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.