Dinkes Koordinasi dengan RS Rujukan Jika Timbul Efek Samping Penerima Vaksin 

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajaran Forkopimda hadir saat program vaksinasi di Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Dinas Kesehatan Kota Semarang akan menyiapkan rumah sakit rujukan jika pasca program vaksinasi kepada sejumlah tokoh dan pejabat publik serta tenaga kesehatan yang dimulai pada Kamis (14/1/2021), timbul efek samping atau mengalami bergejala setelah menerima vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan rumah sakit rujukan apabila terdapat penerima vaksin yang mengalami gejala setelah penyuntikan.

Selain itu, Dinkes juga telah menyiapkan konsultan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) bekerja sama dengan RSUD Wongsonegoro.

“Kemarin kami meminta dan sudah bersurat kepada RSUD Wongsonegoro sebagai RS Rujukan KIPI sekaligus konsultan. Untuk bisa menjelaskan efek samping dari vaksin tersebut,” jelas Hakam, Jumat (15/1/2021).

Dia melanjutkan, tahap pertama vaksinasi untuk tenaga kesehatan ditargetkan rampung April 2021 mendatang, sesuai jadwal Pemerintah Pusat. Mulai dari nakes di rumah sakit, puskesmas, klinik pratama dan apoteker dan lainnya.

“Totalnya ada 19.009 nakes yang akan divaksinasi,” katanya.

Program vaksinasi di Kota Semarang sendiri, lanjut Hakam, dilakukan di 57 fasilitas kesehatan (faskes). Satu faskes melakukan tiga sesi vaksinasi dengan jumlah 15 orang per sesi.

“Jadi setiap hari akan ada sebanyak 45 nakes yang divaksin,” terangnya.

Untuk ketersediaan vaksin dikatakan Hakam sudah cukup, yaitu sebanyak 38.000 vaksin. Dan saat ini disimpan di gudang penyimpanan vaksin.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.