in

Dindagkop UKM Blora Gelar Pelatihan Penataan Bisnis untuk Koperasi

Pelatihan penataan bisnis bagi koperasi kabupaten Blora, Kamis (15/6/2022), di ruang pertemuan Dindagkop UKM Kabupaten Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, bersama Bio Hadikesuma, CEO BHMTC Indonesia, menyelenggarakan pelatihan penataan bisnis bagi koperasi kabupaten Blora, Kamis (15/6/2022).

Acara dibuka Sekretaris Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Wahyu Jadmiko mewakili Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Kiswoyo, di ruang pertemuan setempat.

Ikut mendampingi, Sekretaris Dindagkop UKM Blora, Kepala Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Edy Suprapto dan Fungsional Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Subkoordinator UMKM), Sri Raharjo. Hadir pula Ketua Dekopin Blora.

Dalam arahannya, Wahyu Jadmiko menyampaikan bahwa koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia.

“Koperasi soko guru perekonomian Indonesia. Tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai kemakmuran masyarakat. Ketentuan dasar dalam melaksanakan kegiatan ini, diatur oleh UUD 1945 pasal 33 ayat 1, yang berbunyi, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.

Dia juga mengatakan, dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 ini, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang.

“Oleh sebab itu, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi,” terangnya.

Dikatakan pula, koperasi merupakan sokoguru perekonomian nasional, dan bagian integral tata perekonomian nasional.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan koperasi dapat melaksanakan regenerasi kepengurusan, pengaturan manajeman, serta pemasaran untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita koperasi,” kata Wahyu Jadmiko.

Maka dari itu, lanjutnya, perlu diperhatikan dari hal sederhana seperti perizinan serta tuntutan yang sepesifik dan profesional.

“Spesifikasinya bagaimana, tetap konsen pada titik fokus yang perlu dikembangkan dalam berbisnis. Diantaranya yang perlu disiapkan adalah SDM dan produksi dari koperasi itu sendiri,” terangnya.

Wahyu Jadmiko menandaskan bahwa koperasi saat ini harus bisa sejalan dengan teknologi, sehingga lebih bisa transparan.

Pihaknya menyampaikan, pasar terbuka luas, maka secara otomatis, melalui koperasi bisa mendorong peluang untuk mewujudkan gerakan bangga produk dalam negeri.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Edy Suprapto antara lain menyampaikan pelatihan diikuti 24 koperasi dan enam pelaku UMKM, yang pernah mengikuti program leveling.

“Adapun narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan yaitu Mara Trishel, Direktur Operational BHMTC Indonesia (biohadikesuma management training and consulting Yogyakarta). Pesertanya ada 24 Koperasi dan enam pelaku UMKM,” terangnya.

Sementara itu Fungsional Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Sub Koordinator UMKM) Dindakop UKM Kabupaten Blora, Sri Raharjo, menambahkan bagi pelaku UMKM yang sudah mengikuti program leveling, harapannya di tahun 2023-2024 sudah bisa mendirikan koperasi.

“Konteksnya, menindaklanjuti kinerja Koperasi Blora yang masih 30% maka di tahun 2023-2024 diharapkan bisa mencapai 50%,” jelasnya. (HS-08).

Hotel Berbintang Taraf Internasional Pertama di Kabupaten Kulon Progo Ini Resmi Beroperasi

DAK Puluhan Miliar Digelontorkan untuk Bangun Jalan Beton di Blora