in

Dinas Sosial Jateng Minta Pendataan Manusia Silver Sebelum Masuk Panti

Penangkapan manusia silver oleh Satpol PP Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meminta, agar pengamanan pengemis gelandangan orang terlantar (PGOT), khususnya yang menggunakan modus manusia silver, sebelum diarahkan ke panti harus didata indentitasnya terlebih dahulu.

“Manusia silver di traffic light memang banyak. Mereka seperti itu kan mencari rezeki untuk keluarga. Sehingga perlu diassesment dahulu tidak langsung ke panti,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo, Jumat (8/10/2021).

Ia menjelaskan, pendataan sangat diperlukan. Pada saat proses pendataan akan juga dilakukan pendekatan dan pembinaan supaya mereka tidak kembali turun ke jalan.

Pada tahap tersebut, lanjutnya, akan diketahui mana yang memiliki keluarga dan tidak, sebelum dilakukan tindakan lebih, seperti rehabilitasi.

“Harus ada koordinasi dulu dengan Dinas Sosial, sehingga perlu binaan dan rehabilitasi kalau itu memang benar-benar tidak ada keluarganya, kita taruh ke Panti Mardi Utomo,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk lebih dapat bersinergi dengan pihaknya. Langkah itu menurutnya, untuk menghindari perlakuan represif terhadap manusia silver atau PGOT.

“Seharusnya Satpol PP tidak hanya menjangkau permasalahan yang tidak sesuai dengan masalah tersebut, tetapi harus ada fungsi pembinaannya,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya rehabilitasi terhadap manusia silver dan PGOT dapat membuat mereka kembali ke jalan. Sebab, keberadaan mereka diakui dapat menggangu lalu lintas jalan.

“Mereka mungkin tidak memaksa minta uang, tapi sangat mengganggu ketertiban lalu lintas, terutama di malam hari, ini perlu kesadaran semuanya,” paparnya.(HS)

Share This

Bareskrim Usulkan Napoleon Pindah ke Rutan Cipinang

Disperkim Kota Semarang: Taman MT Haryono Bisa Jadi Tetenger Kawasan