Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Jateng Dorong Usaha Peternakan Bersertifikasi NKV

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Lalu M Syafriadi saat kunjungan ke Kabupaten Semarang dan menyerahkan produk telur yang hiegienis kepada warga, baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah mendorong usaha peternakan untuk segera bersertifikasi nomor kontrol veteriner (NKV).

“Kami akan dorong seluruh pengusaha produk budi daya dan pengolahan hewan di Jawa Tengah memenuhi standar higien sanitasi untuk mendapatkan sertifikasi NKV,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Lalu M Syafriadi.

Menurutnya, semua unit usaha pengolahan dan budi daya peternakan wajib memiliki NKV sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

Peraturan itu dipertegas dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020 tentang sertifikasi NKV.

“Ada 21 unit usaha peternakan dan kesehatan hewan yang harus memiliki sertifikasi NKV termasuk usaha budidaya ayam petelur,” tuturnya.

Sampai dengan Semester II 2020 ini, lanjutnya, baru 220 atau sekitar 20 persen usaha peternakan di Jawa Tengah yang telah memiliki sertifikasi NKV.

Melihat kondisi itu, Safriadi mengajak kerja sama seluruh Dinas Pertanian dan Peternakan di kabupaten/kota di Jawa Tengah, agar tercapai target seluruh usaha peternakan bersertifikat NKV pada 2021.

Syafriadi menambahkan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng bekerja sama dengan Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang dan lima kabupaten lainnya, membagikan ribuan butir telur ayam bersertifikasi nomor kontrol veteriner (NKV).

“Sertifikasi NKV tersebut merupakan produk telur yang dijamin bebas dari berbagai mikroba, termasuk bakteri salmonella yang berbahaya bagi kesehatan,” tuturnya.

Sementara, Kabid Keswan dan Kesmavet Dispertanikap Kabupaten Semarang, Yohana Diah Haryuni menjelaskan, ada sembilan orang pengusaha ayam petelur di Kabupaten Semarang yang telah bersertifikat NKV.

Menurutnya, pengusaha ayam petelur memberikan bantuan telur kepada 100 warga di Desa Plumutan dalam rangka Hari Anti Mikroba Dunia.

“Masing-masing warga menerima dua kilogram telur. Hal ini juga sebagai edukasi kepada warga untuk mengonsumsi telur ayam yang memiliki NKV,” ungkapnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.