Dinas Perikanan Jepara Belajar Budi Daya Kerang Hijau di Kendal

Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, saat berkunjung di tempat budi daya kerang hijau di perairan laut Kelurahan Karangsari, Kendal, Selasa (16/3/2021).

 

HALO KENDAL – Tempat budi daya kerang hijau di perairan laut Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal mendapat kunjungan dari Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, Selasa (16/03/2021).

Budi daya kerang hijau yang dikelola 11 orang nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Baito Alit Kelurahan Karangsari, sudah berlangsung sejak tahun 2018.

Ketua Kelompok Nelayan Baito Alit, Ngatno mengatakan, para nelayan ini merupakan kelompok nelayan yang berkomitmen menggunakan alat tangkap ikan ramah lingkungan.

“Usaha budi daya kerang hijau ini dilakukan sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan, sehingga bisa menutup kebutuhan saat tidak bisa melaut,” terangnya.

Sedangkan tujuan utamanya, lanjut Ngatno, untuk mencegah para nelayan yang masih menggunakan alat tangkap ikan tidak ramah lingkungan agar tidak mencari ikan sampai ke kawasan tepi pantai, karena sudah terhalang oleh bambu-bambu tempat budi daya kerang hijau.

“Kami mencoba mencegah para nelayan yang masih menggunakan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan supaya tidak masuk ke perairan laut di sini, yaitu dengan membuat budi daya kerang hijau di sini. Sehingga mereka tidak bisa masuk. Ternyata budi daya kerang hijau berhasil,” ungkapnya.

Di lain pihak, Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, Ahmad Sofuan mengatakan, bahwa kondisi kehidupan para nelayan di Jepara tidak berbeda jauh dengan di Kendal.

“Yaitu jika musim ombak besar, para nelayan tidak bisa melaut, sehingga tidak ada penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Untuk itulah, dengan berkunjung ke tempat budi daya kerang Baito Alit di Kendal, kata Sofuan, nantinya akan disampaikan kepada para nelayan di daerahnya agar bisa mencontoh para nelayan di Kendal yang melakukan budi daya kerang hijau.

“Sehingga bisa dijadikan tambahan penghasilan. Selain itu, nanti apa yang kami dapatkan di sini, mulai dari cara budi daya sampai pemasarannya, akan kami sampaikan untuk pemberdayaan para nelayan,” ungkapnya.

Sementara itu, Penasihat Kelompok Nelayan Baito Alit, Nor Halim menambahkan, dengan adanya budi daya kerang hijau, kelompoknya mendapat bantuan dari Pemkab Kendal untuk membuat rumah bambu di lokasi budi daya yang bisa dijadikan tempat wisata pemancingan di tengah laut.

Menurutnya, sekarang pun sudah mulai banyak dikunjungi para penghobi mancing, sekaligus berwisata di laut.

“Kami akan mengembangkan kawasan ini untuk fishing tour atau tempat pemancingan sekaligus tempat berwisata,” tukasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.