in

Dinas Perdagangan Imbau Masyarakat Teliti Sebelum Beli Produk Makanan Jelang Lebaran

Petugas Satpol PP memantau aktivitas warga yang berbelanja di salah satu supermarket di Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, Dinas Perdagangan Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk lebih teliti membeli bahan makanan ataupun makanan kemasan.

Pasalnya, sejumlah makanan ditemukan tidak memenuhi syarat.

Kabid Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto mengatakan, telah melakukan sidak ke beberapa supermarket bersama BPOM Kota Semarang.

Dari hasil sidak, pihaknya memang tidak menjumpai adanya makanan expired atau kedaluwarsa. Hanya saja, tim menjumpai adanya zat olahan makanan sebagai pencampur kue yang berbahaya.

“Ini secara teknis BPOM yang tahu. Makanan itu sudah langsung dimusnahkan,” ujar Dili, sapaannya, Minggu (9/5/2021).

Maka, dia meminta masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli makanan kebutuhan menjelang Lebaran.

“Masyarakat harus teliti melihat label tanggal kedaluwarsa. Di samping itu, pembeli juga harus melihat dan memastikan apakah makanan tersebut memiliki izin edar,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Tim Satgas Pangan Kota Semarang juga telah makukan monitoring ke pasar tradisional.

Pihaknya menemukan daging yang sudah menghitam. Dimungkinkan, daging tersebut tidak dimasukan dalam freezer sehingga menjadi tidak segar.

Pihaknya telah mensosialisasikan kepada seluruh pedagang pasar agar menjual daging yang segar.

“Jadi, masyarakat harus benar-benar teliti jika membeli makanan ataupun bahan makanan. Beli daging juga harus yang segar dan layak konsumsi,” jelas Dili.

Sementara itu, BPOM Semarang telah melakukan intensifikasi pangan di beberapa kota, antara lain Salatiga, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Klaten, Boyolali, Purworejo, Magelang, Blora, Kebumen, dan Tegal.

“Hingga 6 Mei 2021 lalu, kami telah melakukan pengawasan terhadap 45 sarana distribusi retail. Ada 7 distributor, 32 swalayan, dan 6 toko,” sebut Kepala BPOM Semarang, Sandra MP Linthin, dalam rilis tertulisnya.

Pihaknya melakukan sampling uji cepat menggunakan test kit sebangak 241 sampel makanan. Hasilnya, 215 sampel makanan memenuhi syarat dan 26 sampel makanan tidak memenuhi syarat karena ditemukan ada yang mengandung formalin dan rhodamin B.

“Jenis pangan yang mengandung formalin antara lain botok teri, cumi kering, teribasin, teri nasi, ikan jambal. Sedangkan yang mengandung rhodamin B antara lain kue mangkong, cendol, terasi, kerupuk pasir, kue contong warna,” rincinya.

Produk tersebut, sambung dia, di samping dari Kota Semarang (Pasar Bulu dan Peterongan), Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Pati.

Menurutnya, kegiatan intensifikasi akan terus berlanjut hingga dua pekan setelah hari raya Idul Fitri. Dia berharap, olahan pangan yang beredar di tingkat distributor, ritel, maulun pangan takjil yang banyak dijajakan saat Ramadan dapat menunjukan kualitas yang meningkat dari tahun ke tahun.(HS)

Share This

NA Kecamatan Kangkung, Gelar Bazar Murah di Kadilangu

Bupati Kendal Ingin Pesantren Memiliki Wira Usaha Produk Unggulan