in

Dinas Pendidikan Lakukan Pemberdayaan Perempuan Desa Vokasi

Pembukaan Program Pendidikan Pemberdayaan Perempuan (P4) Desa Vokasi dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH P) Kabupaten Blora Tahun 2021, di aula SKB, Selasa (15/6). (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Perempuan harus berdaya. Mereka bukan sekadar konco wingking, melainkan memiliki posisi setara dengan kaum laki-laki. Penyetaraan gender ini sesuai dengan cita-cita RA Kartini.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Blora, Endang Rukmiati SPd MPd, ketika mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Hendi Purnomo SSTP MA, membuka Program Pendidikan Pemberdayaan Perempuan (P4) Desa Vokasi dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH P) Kabupaten Blora Tahun 2021.

Pembukaan kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Blora melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ini, dilaksanakan di aula SKB, Selasa (15/6).

Pada kesempatan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Endang Rukmiati SPd MPd, mengatakan pemerintah saat ini konsen peningkatan SDM termasuk kaum perempuan.

“Perempuan harus berdaya, tidak sekadar konco wingking, melainkan penyetaraan gender sebagaimana cita-cita RA Kartini. Kegiatan ini luar biasa, berperspektif gender. Sehingga SDM perempuan berdaya namun tidak lupa pada kodratnya. Kami sangat menunggu hasil karyanya, produk ibu semuanya. Sebab dari ibu-ibu bisa menambah pendapatan keluarga,” kata dia, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Dia menambahkan, dalam kondisi di mana penyebaran Covid-19 masih terus terjadi, semua pihak, termasuk masyarakat harus melaksanakan protokol kesehatan. Apalagi kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blora juga mengalami peningkatan.

Kepala SKB Blora, Nuril Huda SP MM, dalam laporan menyampaikan pembukaan kegiatan dilaksakan secara luring dan daring. Adapun untuk peserta, sebanyak 300 orang dari 10 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dari jumlah itu, diambil 10 persen untuk luring, dan lainnya mengikuti secara daring, dari masing-masing PKBM.

“Untuk narasumber dari Dinas Pendidikan dan Dindagkop UKM, serta praktisi terkait. Program ini paket dari Kemendikbud. Oleh karena itu, peserta dimohon untuk proaktif. Sebenarnya ada tiga program, yakni Desa Vokasi, PKP-P dan GP3M. Kabupaten Blora termasuk 20 dari kabupaten/kota yang mendapatkan kesempatan ini dari pemerintah,” kata dia, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Dia menjelaskan, untuk kegiatan fisik, dilaksanakan selama lima hari. Selanjutnya dilakukan pendampingan, hingga September 2021, yang selanjutnya diakhiri dengan gebyar pameran produk.

“Nanti PKH-P dalam gebyar bisa unjuk produk,” ucapnya.

Selain itu terdapat dua desa vokasi yang menjadi binaan, yaitu Desa Tutup di Kecamatan Tunjungan dan Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban. Warga Desa Tutup di Kecamatan Tunjungan, mengembangkan batik tanpa canting dan Desa Sidorejo Kecamatan Kedungtuban, dengan produk aneka olahan kacang tanah dengan tujuh varian.

“Jadi melalui kegiatan ini, harapannya di masa pandemi tetap berkarya. Jangan nglokro. Namun tetap patuh prokes,” ucapnya.

Setelah dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan paparan materi dari narasumber. Diawali paparan materi dari Kasi UKM Dindagkop UKM Blora, Sri Rahardjo, SE, MM.Kemudian sejumlah narasumber lainnya. (HS-08).

Share This

Kampus Poltekkes Semarang Jadi Lokasi Isolasi Pasien Covid-19 di Blora

Dinkominfo Bersinergi Dengan Polres Sosialisasikan Prokes dan Stop Pungli