Dinas Koperasi dan UKM Jateng Dorong Usaha Kecil Pasarkan Produk Secara Online

Foto ilustrasi: Pelaku UMKM di Jateng.

 

HALO SEMARANG – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah mendorong penjualan produk usaha kecil menggunakan strategi pemasaran melalui online.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Emma Rachmawati menyatakan, hingga saat ini keluhan pengusaha kecil terkait penjualan adalah persoalan pemasaran.
Menurutnya, berdasarkan data yang ada, dari 7.059 UKM, sebanyak 3.773 UKM atau 53,45 persen mengaku kesulitan melakukan pemasaran.

“Hal itu karena terjadi perubahan skema jual beli saat pandemi, di mana masyarakat lebih suka membeli secara daring, ketimbang membeli langsung ke penjual,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal itu, lanjut Emma, pihaknya membantu promosi dan pameran virtual berbagai produk usaha kecil.

“Keluhan UMKM di masa pandemi ini memang seputar pemasaran. Untuk mengatasi hal itu kami membantu promosi dan pameran secara virtual,” tuturnya.

Maka untuk itu selain pelatihan, pihaknya juga menyiapkan kegiatan promosi dan pameran secara virtual. Menurutnya kegiatan ini, bakal diikuti 101 UKM dari 28 kabupaten/kota.

“Kegiatan bertajuk UKM Virtual Expo itu yang digelar pada 25-27 Oktober 2020, diharapkan dapat dikenal masyarakat luas  tidak hanya di wilayah Jateng. Namun juga tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

“Pameran UKM Virtual itu ada di situsukmvirtualexpo.com. Selain itu, akan dipamerkan pula di channel milik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Melalui event tersebut akan menggandeng influencer seperti dr Tirta, vlogger Anastasya Andika, dan pengusaha raegan Bayu,” ujarnya.

Selain pameran virtual, Dinas Koperasi dan UKM Jateng juga menggandeng layanan hantar makanan online Go Food, dengan banner Feed. Promosi itu memberikan subsidi ongkos kirim kepada konsumen, yang membeli melalui aplikasi.

“Sudah ada 104 pengusaha makanan di 14 kabupaten atau kota yang ada Gojek-nya. Tidak hanya dengan Gojek, kita juga kerja sama dengan Blibli, Tokopedia hingga Shoopee,” paparnya.

Emma menyebut, dengan berjualan daring omzet para pengusaha terbukti bisa naik hingga 30 persen. Untuk itu, pihaknya juga menyediakan fasilitas pendampingan di UMKM Centre, di Jl Setiabudi no 192 Banyumanik Semarang.

“Saya berharap teman-teman UMKM mengubah perilakunya untuk beralih ke digital. Jadi teman-teman harus belajar keras bagaimana masuk ke online,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.