in

Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Bekali Ratusan Pedagang Johar tentang Pemahaman Keamanan Pangan

Suasana bimbingan teknis bagi pedagang pasar dan pengelola pasar rakyat di Metro Park View, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Sebanyak 100 orang terdiri atas pedagang pangan segar di pasar Johar Selatan dan Pengelola Pasar Wilayah Johar, paguyuban pedagang, mengikuti bimbingan teknis Pedagang Pangan Segar Aman yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, baru-baru ini.
Tujuan bimbingan teknis adalah mengedukasi pedagang pangan segar akan keamanan pangan, membangkitkan kesadaran pedagang akan pentingnya mewujudkan pasar yang bersih dan nyaman, memperkenalkan Internal Control System (ICS) beserta jajaran yang bertugas.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Bambang Pramushinto yang sekaligus membuka acara, menyampaikan konsep Pasar Pangan Segar Aman (Pas Aman) dan keamanan pangan segar berasal dari tumbuhan dan hewan. Pasar Pangan Segar Aman (Pas Aman) adalah program sendiri, diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Latar belakang program Pasar Pangan Segar Aman (Pas Aman) adalah dengan adanya isu keamanan pangan di pasar tradisional (pasar rakyat) dan pasar modern yang makin menguat beberapa tahun terakhir. Kasus keracunan makanan, pemalsuan produk, dan penyebaran penyakit yang bersumber dari makanan (food bone disease) merupakan isu yang marak ditemui,” terangnya.

Dijelaskan Bambang, Pas Aman merupakan program baru dari Bapanas yang pelaksanaannya dimulai tahun 2023, dengan menunjuk 48 kabupaten/kota di Indonesia. Jawa Tengah dengan enam kabupaten/kota sebagai pilot project yaitu Sukoharjo, Cilacap, Pati, Surakarta, Klaten, dan Kota Semarang.

“Kota Semarang menetapkan Pasar Johar Selatan sebagai pilot project mengingat pasar yang telah memiliki SNI, dengan bangunan yang relatif masih baru dengan tata ruang yang disusun dengan baik,” paparnya.

Kegiatan ini merupakan suatu upaya yang bersifat integratif dan sinergis dengan berbagai upaya lain yang mampu menjamin kondisi pasar yang bersih, nyaman, pangan yang dijual sehat serta aman. Pengaturan dari berbagai komponen yang terlibat dan sistem pasar yang ada yaitu mencakup produsen hulu (penyedia pangan segar), pemasok, pedagang, dan konsumen yang diatur dalam suatu sistem internal.

“Pasar Pangan Segar Aman diharapkan dapat menjadi sentra penyedia pangan segar yang aman bagi masyarakat. Di samping itu melalui sosialisasi, edukasi, dan bimbinhan teknis, diharapkan adanya peningkatan kesadaran dari pedagang, pengelola pasar, dan konsumen tentang pentingnya keamanan pangan,” pungkasnya.

Selain itu, dalam acara tersebut dilaksanakan pengukuhan tim Internal Control System (ICS) Pasar Johar Selatan, didampingi oleh Tim Teknis Pas Aman Kota Semarang dan disaksikan oleh Camat Semarang Tengah dan Lurah Kauman.

Adapun nara sumber bimbingan teknis antara lain Munartik dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan materi tentang Komitmen Pedagang Pasar Rakyat dalam Memenuhi Standar Pasar Rakyat, Supana selaku Koordinator Wilayah 1 Johar Dinas Perdagangan Kota Semarang dengan menyampaikan materi tentang Implementasi SOP ICS Pasar Pangan Segar Aman di Pasar Johar Selatan, lalu Saiful Bahri dari Dinas Kesehatan Kota Semarang yang menyampaikan Higiene, Sanitasi Sarana dan Tempat Pemajangan Pangan Segar di Pasar Rakyat, dan selanjutnya Irene Natalia Siahaan dari Dinas Pertanian Kota Semarang yang menyampaikan Keamanan Pangan Segar Asal Hewan.(HS)

Sinergi Subholding Gas dan Subholding C&T Pertamina Bangun Proyek Pipa Minyak Pengapon-Boyolali

Sebarkan Semangat Cinta Budaya, Galeri Indonesia Kaya Berikan Kado untuk Sanggar dan Kelompok Tani