in

Dikunjungi Mualim Dan Relawan Merah Putih Sugiono, Warga Minta Tanggul Kali Plumbon Dibenahi

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim bersama Nistra Yohan, perwakilan Relawan Rumah Putih Sugiono berbagi sembako bagi korban banjir di RW 2, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Senin (8/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim bersama Relawan Rumah Putih Sugiono menyambangi warga terdampak banjir di RW 2, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk mencari solusi terkait persoalan banjir di sana, yang disebabkan dari limpasan Sungai Plumbon.

Apalagi banjir sudah menjadi problem tahunan di Wonosari, dan banyak warga yang masih waspada akan banjir susulan.

Sejumlah bantuan sembako juga dibagikan kepada warga terdampak banjir.

“Sudah ada bantuan makanan matang dari banyak instansi. Kami berpartisipasi berbagi sembako agar bisa dikonsumsi korban banjir kapan saja,” jelas Mualim saat menemui warga setempat, Senin (8/2/2021).

Dalam penyerahan bantuan ini, Mualim bekerja sama dengan Relawan Rumah Putih Sugiono, sejumlah PAC DPD Gerindra Kota Semarang, Advan dan Evercoss.

Dalam kesempatan itu, Mualim juga berdiskusi dengan warga terkait solusi yang bisa dilakukan pemerintah daerah agar wilayah ini tidak lagi dihantam banjir.

“Kami sudah bicara dengan masyarakat, untuk mencari cara agar tidak terus jadi langganan banjir. Hasilnya akan kami usulkan ke pemerintah,” kata dia.

Nistra Yohan, perwakilan Relawan Rumah Putih Sugiono mengatakan, pihaknya menerjunkan sekitar 25 relawan untuk membantu warga korban banjir Wonosari.

Dia juga berharap, ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menghindari banjir di wilayah ini. Sebab kajadian banjir sudah menjadi musibah tahunan yang meneror warga.

“Harus ada solusi ke depan, jangan terjadi lagi. Kalau pemerintah daerah tidak bisa menangani, Pak Mualim selaku Wakil Ketua DPRD Kota harus menyampaikan aspirasi warga ini,” jelasnya.

Astuti, warga  RT 11 RW 2 setempat mengatakan, banjir beberapa kali datang silih berganti di wilayahnya sejak satu bulan terakhir. Bahkan ketinggiannya banjir bisa mencapai satu meter.

Hal itu karena ada tanggul di Sungai Plombon yang jebol, dan hingga kini belum ada penanganan.

“Setelah kemarin, pagi tadi juga datang lagi banjirnya. Kami habis bersih-bersih tapi saat hujan banjir datang lagi,” katanya.

Kuswuri Prianti, ibu RT  03 RW 02 menjelaskan, dalam sebulan terakhir, warga setempat merasakan tiga kali banjir.

“Awal pada 8 Januari 2021 sampai 8 Februari 2021 sudah tiga kali kami kebanjiran. Kali ini jadi banjir terparah sejak 2018,” jelasnya.

Menurutnya, banjir terjadi sebab sungai Plumbon meluap. Ditambah sedikit bagian tanggul sungai belum diperbaiki. Posisinya dekat dengan perumahan warga. Pihaknya ingin agar sungai segera dibenahi.(HS)

Share This

Masih Bertahan Mengungsi di Masjid, Warga Sawah Besar Berharap Ada Bantuan Obat-obatan

DPC Gerindra Kota Semarang Instruksikan Kader Untuk Turun Langsung Bantu Korban Banjir