in

Diharap Mudahkan Pelaku Usaha, DPRD Jateng Setuju Adanya Perubahan Raperda Jamkrida

Suasana Rapat Paripurna di gedung DPRD Jateng, Selasa (18/1/2022).

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Provinsi Jawa Tengah(Jateng) menggelar Rapar Paripurna lanjutan dengan agenda laporan pemandangan umum fraksi-fraksi, sekaligus tanggapan gubernur atas Raperda tentang Perubahan Bentuk Hukum PT Penjamin Kredit Daerah Jateng, Selasa (18/1/2022).

Setelah kemarin mengagendakan penyampaian Raperda tentang Perubahan Bentuk Hukum PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) oleh Wagub Taj Yasin, kini giliran fraksi-fraksi di DPRD jateng memberikan pandangan umumnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, Sukirman mempersilakan masing-masing fraksi menyerahkan laporan pemandangan umumnya. Penyerahan itu dimulai dari Fraksi PDI Perjuangan, PKB, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, PPP, PAN, dan Partai Demokrat.

Setelah Pimpinan DPRD bersama menerima laporan pemandangan umum fraksi, agenda dilanjut dengan penyampaian tanggapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo diwakili oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemon terhadap pandangan umum fraksi atas raperda.

Usai mengikut rapat Paripurna, Taj Yasin Maemon menilai, semua fraksi menyetujui adanya perubahan Raperda tersebut. Sehingga menurutnya hal ini bisa menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM ataupun kopersi yang berada di Jawa Tengah.

“Terkait paripurna ini Alhamdhulilah dari fraksi-fraksi pandangan umumnya tadi disampaikan sekilas saya baca setuju, untuk perubahan dan mendukung para pelaku UMKM maupun koperasi di Jawa Tengah. Selama ini salah satu masalah UMKM dan koperasi adalah permodalan. Semoga dengan disahkannya perda ini, bisa menjadi solusi,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya perubahan ini bisa membantu UMKM ataupun koperasi untuk lebih bisa optimal meningkatkan pelayanan yang akan diberikan.

“Melalui perubahan bentuk hukum PT Jamkrida menjadi perusahaan perseroan daerah tidak hanya merubah bentuk bandan hukum saja, namun diharapkan dapat lebih optimal membantu UMKM memperoleh akses permodalan melalui sumber-sumber pembiayaan dari lembaga keuangan bank dan non-bank, sehingga salah satu kendala UMKM dapat diatasi,” tutur wagub.

Dengan teratasinya kendala tersebut, diharapkan ekonomi Jateng berkembang secara lebih cepat. Dari situ, mampu mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan secara signifikan.

“Sekaligus mampu meningkatkan pendapatan asli daerah dan mendorong tumbuh kembangnya kalangan wirausaha di Jateng,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah yang biasa disapa Gus Yasin tersebut.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa untuk para pelakukan UMKM di Jawa Tengah, kualitasnya saat ini semakin meningkat. Terlihat dari hasil UMKM yang sudah bisa menembus pasar internasional.

Dengan ada perubahan raperda ini bisa juga untuk memaksimalkan hasil produksi para UMKM. Ia juga memberikan alasan pentingnya peningkatan hasil produksi, karena adanya tuntutan dari pasar internasional untuk tetap menjaga kualitas produk yang baik.

“Pasar internasional itu menuntut keberlanjutan, para pelaku UMKM ini dituntut menghasilkan produknya secara konsisten,” pungkasnya.(HS)

PMI Semarang Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir di Mangkang

Kepala Desa Harus Lebih Kreatif Gali Potensi Lokal untuk Menjadi Unggulan Desa