in

Dihadiri Bikkhu Mancanegara, Ini Rangkaian Waisak 2567 BE di Borobudur

Penyampaian informasi mengenai perayaan Waisak 2567 BE/2023, yang rencananya akan dilaksanakan di Candi Borobudur. Penyampaian informasi dilakukan oleh Kemenag bersama lembaga keagamaan Buddha di Jakarta. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO MAGELANG – Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama, bersama Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), Permabudhi (Persatuan Umat Buddha Indonesia), dan lembaga-lembaga keagamaan Budha, akan menyukseskan pelaksanaan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2567 BE/2023, di Candi Borobudur, pada 4 Juni 2023 mendatang.

Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo mengatakan bahwa perayaan Waisak nanti akan menghadirkan banyak Bikkhu dari manca negara, seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia.

“Merupakan suatu kebanggaan bahwa Candi Borobudur telah resmi menjadi tempat ibadah umat Buddha, bukan hanya bagi umat Buddha Indonesia, tetapi juga umat Buddha dunia,” kata Wibowo, seperti dirilis kemenag.go.id.

Lanjut dia, ada pua tradisi Thudong, di mana para Bikkhu berjalan kaki dari Thailand ke Indonesia, menuju ke Candi Borobudur.

Hari Raya Waisak tahun ini, lanjut Wibowo juga menjadi simbol kebersamaan umat Buddha, di mana dua organisasi keagamaan Budha terbesar di Indonesia, Walubi dan Permabudhi berkomitmen untuk merayakan Hari Raya Waisak secara bersama-sama.

“Tidak mementingkan ego masing-masing, tetapi mengutamakan sikap toleransi dan kebersamaan,” kata dia.

Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang libur nasional dan cuti bersama, telah menetapkan Hari Raya Waisak jatuh pada 4 Juni 2023.

Detik-detik Waisak di Indonesia akan dirayakan pada pukul 10.41. WIB.

Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama, Supriyadi menerangkan penetapan Hari raya Tri Suci Waisak di Indonesia menggunakan metode Purnama-Sidhi, berdasarkan perhitungan Astronomi yang bersifat universal, ilmiah, dan modern.

Supriyadi merinci, bahwa satu tahun matahari berjumlah 365 hari. Sedangkan satu tahun lunar hanya 355 hari. Sehingga terdapat perbedaan 10 hari setiap tahunnya.

Pada tahun kabisat lunar, dalam satu tahun terdapat 13 purnama. Pada saat itu, terdapat bulan Waisak ganda.

Maka  perhitungannya berpatokan pada kalender lunar/chandra Buddhis yang sudah menyesuaikan dengan perhitungan kalender matahari/solar-surya. Atau perhitungan luni-solar yang setiap satu daur 19 tahun terdapat 7 tahun kabisat lunar dengan 7 bulan sisipan.

“Tahun 2023 Masehi adalah tahun kabisat lunar di mana terdapat bulan Waisak ganda. Maka yang diambil adalah Purnama-Sidhi Waisak kedua yang jatuh pada 4 Juni 2023,” tandasnya.

Rangkaian acara peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2567 BE/2023 yang akan dilaksanakan antara lain:

  1. Acara Bakti Sosial Pengobatan Gratis pada tanggal 30 dan 31 Mei 2023,
  2. Pengambilan Api Dharma di Mrapen, Grobogan dan Ritual pensakralan di Candi Mendut pada 2 Juni 2023
  3. Pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, Temanggung dan Ritual pensakralan Candi Mendut pada 3 Juni 2023,
  4. Acara Kirab Waisak Candi Mendut ke Candi Borobudur, Detik-Detik Waisak, Pradaksina Candi Borobudur, dan Pelepasan Lampion Waisak pada tanggal 4 Juni 2023.

Acara festival pelepasan lampion merupakan pertanda penutupan perayaan Waisak 2567 BE tahun 2023.

Festival lampion di Borobudur ini juga bisa diikuti oleh masyarakat umum. (HS-08)

377 Tenaga Kesehatan Terima SK PPPK, Bupati Rembang : Jangan Merasa di Bawah PNS

Polres Wonosobo Intensifkan Patroli ke KPU dan Bawaslu