in

Diguyur Hujan Deras Beberapa Jam, Semarang Dikepung Banjir

Kondisi banjir di Jalan Pandanaran Kota Semarang, Minggu (6/11/2022) petang.

HALO SEMARANG – Diguyur hujan merata dengan intensitas sedang hingga lebat selama beberapa jam menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Semarang terendam banjir, Minggu (6/11/2022) petang. Seperti yang terjadi di ruas jalan Protokol Semarang-Kendal, tepatnya di depan kantor Kelurahan Wonosari dan Depan Sango dengan ketinggian air sekitar 25-30 centimeter.

Sehingga membuat kemacetan panjang arus lalu lintas di ruas jalan tersebut. Karena kendaraan berat truk dan mobil memperlambat kecepatannya untuk menghindari banjir. Sedangkan pengendara roda dua memilih untuk menepi mencari daerah yang lebih tinggi agar aman dari banjir.

Banjir juga terjadi di beberapa wilayah, seperti di Jalan Pandanaran, Jalan Setiabudi, Peleburan, dan beberapa wilayah lain di Kota Semarang.

Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono mengatakan, kondisi aktual genangan banjir hingga Minggu (11/11/2022) pukul 18.32 WIB di sejumlah wilayah atau titik masih terpantau terdapat genangan, yaitu di bawah tol Kaligawe, luapan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Beringin. Lalu, titik banjir juga terjadi di Perumnas Mangkang Indah, di RW 12 Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan. Bahkan, ketinggian air mencapai sekitar satu meter atau mencapai sepinggul orang dewasa.

“Kondisi air banjir hingga malam ini masih belum surut. Dan petugas dari BPBD, Basarnas dan Brimob sudah berada di lokasi untuk melakukan assesment dan memberikan bantuan kedaruratan. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendata warga terdampak banjir,” terangnya, Minggu (11/11/2022).

Kondisi air banjir di RW 12 Perumahan Mangkang Indah, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang mencapai sepinggul orang dewasa setelah hujan deras, Minggu (6/11/2022) petang.

Selain itu, lanjut dia limpasan baniir juga terpantau di Permata Garden RT 1 RW 5 Kedungpane. Hujan disertai dengan angin juga menyebabkan sejumlah titik longsor dan pohon tumbang.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi berlangsung di wilayah Jawa Tengah pada 4 -6 November 2022.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terdapat bibit siklon 93S yang menyebabkan adanya pola belokan angin, aktifnya gelombang atmosfer tipe low, anomali suhu muka laut positif di Laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa memicu adanya peningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

Kelembaban udara yang relatif cukup tinggi dan labilitas lokal yang cukup kuat turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Termasuk Kabupaten/Kota Semarang, Kendal dan sekitarnya.

“BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Seperti berupa banjir, banjir bandang, hujan es, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.(HS)

Akhirnya, Pecco Bagnaia…

Polisi di Grobogan Kawal Pengesahan Warga Baru IKS PI Kera Sakti