in

Diduga Terpeleset, Warga Rowosari Ditemukan Meninggal di Saluran

Proses evakuasi korban meninggal dunia di saluran Desa Randusari Kecamatan Rowosari, sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (6/2/2021).

 

HALO KENDAL – Akibat hujan deras sejak Jumat (5/2/2021) malam, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah di Kabupaten Kendal.

Tidak hanya itu, banjir juga mengakibatkan satu orang warga di Kecamatan Rowosari meninggal dunia, diduga akibat terpeleset dan tenggelam.
Kejadian diketahui oleh warga, di mana jasad korban ditemukan di sebuah saluran air di Desa Randusari Kecamatan Rowosari, sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (6/2/2021).

Menurut Perangkat Desa Randusari, Zamroni (42), sekira pukul 04.30 WIB, warga ada yang mendengar suara benda terjatuh.

“Ada warga yang mendengar suara seperti ada yang jatuh. Namun saat dicek tidak ada orang dan kejadian apa-apa,” jelasnya.

Baru sekitar pukul 08.00 WIB ditemukan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi H-2009-AVD di saluran air yang sebagian terendam air.

“Posisi motor ditemukan di depan rumah pak Suhandoko Desa Randusari RT 2 RW 3. Namun siapa pemiliknya tidak diketahui. Akhirnya kendaraan diamankan oleh Perangkat Desa Randusari,” ungkapnya.

Pada pukul 09.00 WIB, seorang warga, Haryadi (25) warga RT 2 RW 3 Desa Randusari, melihat ada mayat di saluran air.

“Saat itu yang terlihat hanya tangan dan jas hujannya saja. Kemudian saya melaporkan kepada perangkat desa,” ungkapnya.

Jasad laki-laki tersebut, diketahui bernama Abdul Latief (39) warga Desa Kebonsari RT 04 RW 1 Kecamatan Rowosari.

Kemudian, pada pukul 09.45.WIB, jasad dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari, Basnaz, Lazis NU dan MDNC.

Selanjutnya jenazah dibawa ke Puskesmas Rowosari II dengan menggunakan Ambulans milik NU Care LazisNu Kangkung.

Oleh pihak petugas medis Puskesmas Rowosari II dilaksnakan visum luar dan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan.

Disimpulkan korban meninggal karena terjatuh dan tenggelam di saluran air, karena mempunyai riwayat penyakit kelainan.(HS)

Share This

21 Kasus Longsor di Kota Semarang, Satu Korban Meninggal Dunia

Banjir Melanda, PKS Kota Semarang Gerakkan Kader Turun Langsung Bantu Masyarakat