in

Diduga Praktik Pungli, Siswa SD di Kendal Ditarik Infak Sebesar Rp 500 Ribu – Rp 700 Ribu

Foto ilustrasi korupsi.

HALO KENDAL – Dugaan pungutan liar (pungli) kembali terjadi di sekolah dasar di Kendal. Kali ini diduga terjadi di madrasah yang berlokasi di Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang wali siswa berinisial JM. Menurutnya, modus yang dilakukan, diduga dengan meminta sumbangan dana infak kepada wali siswa dengan jumlah atau besaran yang telah ditentukan.

Dirinya mengaku, dugaan penarikan infak tersebut dilakukan tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu. Orang tua/wali siswa hanya diajak rapat sekali, dan langsung disodori rencana anggaran sekolah.

“Jumlah sumbangan infaknya berbeda. Kelas I sebesar Rp 700 ribu per siswa. Sedangkan kelas II – VI ditarik infak sebesar Rp 500 ribu. Itu sudah harus dibayarkan sebelum ujian kenaikan kelas,” keluh JM, Selasa (11/4/2023).

Hal tersebut lanjutnya, diduga juga terjadi tahun sebelumnya, di mana untuk kelas I atau siswa baru sebesar Rp 965 ribu per siswa. Sedangkan untuk siswa kelas II-VI membayar infak sebesar Rp 332 ribu.

“Kalau belum bayar, maka bisa dipastikan guru atau pihak sekolah akan menagih dana infak tersebut kepada siswa,” imbuh JM.

Dirinya sangat menyayangkan dugaan penarikan infak tersebut. Sebab sedianya besaran sumbangan infak dana pendidikan dari wali murid atau sumber lainnya tidak boleh ditentukan besarannya.

“Sesuai undang-undang tidak diperkenankan pihak sekolah maupun komite menentukan batasan waktu. Sebab untuk sekolah dasar, itu sudah dibiayai pemerintah. Apalagi ini sekolah negeri,” tandas JM.

Terlebih dalam rincian pengeluaran banyak yang justru digunakan untuk di luar kepentingan pendidikan. Seperti untuk minum harian guru dan karyawan sebesar Rp 7,3 juta, dana pensiun guru Rp 2 juta, pembelian Smart TV Rp 15,8 juta.

“Itu semua menurut kami, diluar kepentingan kebutuhan pendidikan anak-anak kami di sekolah,” imbuh JM.

Lebih janggal lagi, lanjutnya, ada dana infak pendidikan yang digunakan untun bingkisan Hari Raya Rp 12 juta, dan ada juga kegiatan halal bihalal yang di dianggarkan Rp 7 juta.

“Selain itu ada juga pengeluaran untuk pembayaran gaji dan sertifikasi bagi guru tidak tetap (GTT) termasuk gaji Ke-13 GTT dan pegawai tidak tetap (PTT). Jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah,” sambung JM.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kendal, Subiyono mengaku bahwa penarikan infak sudah melalui rapat komite sekolah. Dengan melibatkan orang tua atau wali siswa.

“Penarikan infak sudah melalui rapat komite sekolah, dan semua telah menyetujui. Baik orang tua maupun wali siswa. Tidak ada yang protes,” tandasnya.

Sementara Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal, Langgeng Prabowo saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sumbangan ke satuan pendidikan dasar sebenarnya masih diperbolehkan.

“Tapi, itu sifatnya harus sukarela, tidak memaksa, tidak mengikat jumlah atau besaran sumbangan. Selain itu tidak boleh dibatasi atau ditentukan jangka waktu pemberian sumbangan,” tandasnya.

Sebaliknya, sumbangan dalam bentuk apapun bisa masuk katagori pungutan pendidikan, jika penarikan uang oleh sekolah kepada peserta didik, orang tua/wali siswa yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan.

Dalam hukum pidana secara umum mengatur bagi pihak kepala sekolah atau komite sekollah yang melakukan pungutan pendidikan kepada wali murid maka dapat dianggap menyalahgunakan jabatan.

“Maka bisa diancam melanggar Pasal 423 KUHP tentang penyalahgunaan wewenang dan jabatan. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara,” beber Langgeng.

Begitu pula jika dikaitkan dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pungutan dalam sekolah bisa dikategorikan korupsi.

“Apalagi, jika ada unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan cara menyalahgunakan wewenang dan jabatan. Hukuman paling singkat empat tahun maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” tukasnya.(HS)

Polrestabes Semarang Cek Sejumlah Masjid Antisipasi Penipuan Berkedok QRIS

RS Hermina Banyumanik Buka Lantai Baru, Khusus Poli Rawat Jalan Dokter Spesialis/Sub Spesialis