Dico dan Chacha Kunjungi Pengrajin Anyaman di Protomulyo, Begini Komentarnya

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto saat mengunjungi pelatihan ketrampilan mengayam, di Balai Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Minggu (22/03/2021).

 

HALO KENDAL – Bupati Kendal Dico M Ganinduto, mengunjungi pelatihan keterampilan mengayam yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Balai Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan, Minggu (22/03/2021).

Dico hadir didampingi oleh sang istri, Wynne Frederica Dico yang merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kendal, sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Kendal.

Nampak Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperinkop UKM) Kabupaten Kendal, Kun Cahyadi dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Wahyu Hidayat.

Sementara, rombongan disambut para kepala desa di Kecamatan Kaliwungu Selatan, serta pendamping dari PLUT Kendal, di Balai Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal, Dico Ganinduto mengungkapkan, dirinya baru pertama kali mengunjungi pengrajin anyaman yang ada di Desa Protomulyo, yang diikelola BUMDes tersebut.

“Saya melihat hasilnya ini sangat baik sekali dan kualitas ekspor, sehingga ini perlu adanya pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Kendal, agar dapat menjadi salah satu produk unggulan dari Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Dico pun mengaku, dirinya telah membicarakan hal ini kepada stakeholder terkait untuk bisa berkolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan banyak melibatkan masyarakat sekitar.

“Harapan kami, ke depan produk ini bisa menjadi produk yang membanggakan bagi Kabupaten Kendal,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Mulyo Mandiri, Desa Protomulyo, Misbakhun menjelaskan, pelatihan ini adalah kerja sama antara Pemerintah Desa Protomulyo dengan pihak PT Inizio Kaliwungu yang bergerak dalam industri pembuatan anyaman.

“Seperti tempat lampu, kursi, meja, tas, topi, dan masih banyak lagi lainnya dengan mengunakan bahan baku seperti rotan, alumunium, dan plastik sintetis,” jelasnya.

Dikatakan, pada pelatihan periode pertama diikuti oleh 25 orang laki-laki dan perempuan. Selanjutnya, produksi akan dilakukan di rumah peserta masing-masing yang sudah difasilitasi dengan alatnya, setelah mereka sudah bisa membuatnya.

“Dengan demikian, adanya pelatihan ini diharapkan masyarakat akan mendapatkan ekonomi tambahan dari membuat produk anyaman ini,” pungkas Misbakhun.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.