Dibutuhkan Peran Kampus untuk Beri Pemahaman agar Mahasiswa Rantau di Jateng Tak Mudik

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengajak mahasiswa rantau UKSW Salatiga untuk olahraga bersama di sekitar kampus, Sabtu (25/4/2020).

 

HALO SEMARANG – Dibutuhkan peran kampus untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa rantau yang menempuh pendidikan di universitas di Jawa Tengah, agar tak mudik ke kampung halamannya. Hal itu sebagai langkah memutus matai rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

Salah satunya dilakukan oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara mengatakan, pihaknnya akan seoptimal mungkin menahan mahasiswanya dari berbagai daerah untuk tidak pulang kampung.

Hal tersebut dia katakan sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menghambat penularan Covid-19 dengan mengharap warga tak mudik saat ada wabah corona dan libur Ramadan serta Idul Fitri 1441 Hijriah.

Neil mengatakan, terdapat ribuan mahasiswanya yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, terutama dari bagian tengah dan timur.

Seperti Kalimantan, Sulawesi, Nias, hingga Papua. Sebagian dari mereka hidup indekos, meski tidak sedikit yang hidup di asrama mahasiswa ataupun asrama yang disiapkan pemerintah daerah masing-masing.

“Kami menahan sebisa mungkin mereka tidak pulang ke rumah. Tapi karena ada orang tua yang khawatir, beberapa mahasiswa tetap ada yang pulang. Tapi kalau yang di asrama sebagian besar masih tetap tinggal,” kata Neil, Sabtu (25/4/2020).

Hal tersebut disampaikan Neil saat menyambut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang memberikan bantuan kepada mahasiswa di beberapa asrama mahasiswa UKSW, yakni Asrama Kartini, asrama mahasiswa Papua dan Papua Barat sampai asrama Mahasiswa Sulawesi Utara.

Rektor berambut panjang itu mengatakan, imbas Covid-19 telah membuat mahasiswanya yang tinggal di asrama kesulitan mencari pasokan makanan.

Di Asrama Kartini misalnya, terdapat 260 mahasiswa UKSW yang berasal dari Nias, Papua, dan Kalimantan. Untuk itu dirinya merasa bersyukur menerima bantuan sembako dari Pemprov Jateng untuk mahasiswanya, meskipun UKSW juga ada posko yang membantu mahasiswa yang kesulitan pangan.

“Kami mensupport sesuai dengan kemampuan kami. Ini sifatnya sangat menguatkan, bagi kami ini peran pemimpin yang diperlukan di tengah situasi sulit bagi semua orang,” katanya.

Bantuan tersebut dikirim Ganjar Pranowo bersama pengurus Korpri Jateng. Bantuan berupa berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan, gula, teh, buah sampai masker.

“Ini memang kita gerakkan dari Korpri agar bisa gerak cepat. Karena kalau nunggu APBD lama dan kasihan temen-temen yang masih tinggal di sini dan kesulitan makan,” kata Ganjar.

Selain itu Ganjar berpesan agar para mahasiswa yang masih bertahan di Jawa Tengah untuk turut membantu mengkampanyekan pola hidup sehat dan cara efektif pencegahan penularan Covid-19.

“Mulai Senin kami terapkan lebih ketat lagi, kalau ada yang tidak pakai masker suruh pulang rumah. Tidak pegang-pegangan, tidak jabat tangan. Saya harap temen-temen bisa mengajarkan ini kepada yang lain,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.