in

Diberi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Linmas Dituntut Ikut Cegah Faham Radikal

Anggota MPR RI, Juliari Peter Batubara menyampaikan paparan dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di depan ratusan anggota Linmas se-Kota Semarang di Kantor Satpol PP Kota Jl Ronggolawe, Semarang, Senin (4/2/2019).

 

HALO SEMARANG – Anggota MPR RI, Juliari Peter Batubara mengajak seluruh anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kota Semarang agar ikut memahami wawasan kebangsaan dan pentingnya menjaga NKRI. Menurutnya Indonesia merupakan negara yang diisi beragam suku dan agama, ada Jawa, Batak, Melayu, Papua, Bugis, Dayak dan lain-lain.

Dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di depan ratusan anggota Linmas se-Kota Semarang di Kantor Satpol PP Kota Jl Ronggolawe, Semarang, Senin (4/2/2019), Juliari mengemukakan, pemahaman empat pilar kebangsaan yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika penting dipahami oleh seluruh anggota Linmas untuk bisa maksimal dalam menjalankan tugasnya.

“Ini sangat penting, mereka setiap hari di lapangan dan bertemu langsung dengan masyarakat, berinteraksi dengan warga. Jika tidak punya pemahaman tentang wawasan kebangsaan tentu akan berbahaya,” ujarnya dalam seminar yang juga dihadiri St Soekirno mantan Rektor Universitas 17 Agustus 2945 Semarang, serta Kepala Satpol PP Kota Semarang Hendro Pudyo Martono sebagai pembicara.

Ditambahkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan seharusnya tidak hanya diberikan kepada masyarakat sipil saja, namun semua aparatur sipil negara juga perlu memiliki wawasan tersebut.

Beberapa tahun terakhir, di Indonesia merebak faham-faham yang tak sesuai dengan dasar negara. Maka untuk itu pencegahannya tak bisa hanya dengan menanggulangi para pelaku terorisme saja. Tapi juga membatasi fahamnya agar tak menyebar ke masyarakat, dengan membentenginya menggunakan pemahaman akan wawasan kebangsaan. Di Kota Semarang sendiri juga rentan soal penyebaran faham radikal dan persoalan intoleransi.

“Untuk itu butuh peran petugas Satpol PP, Linmas, dan petugas keamanan terkait untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan harus pula aktif mencegah faham-faham radikal di masyarakat,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto menyatakan, pihaknya menyambut positif kegiatan ini untuk memberikan pemahaman lebih konkret tentang wawasan kebangsaan.

“Kami berharap dapat memperoleh bekal untuk ikut mensosialisasikan pencegahan penyebaran faham radikal di masyarakat,” jelasnya.

Sementara St Sukirno mengatakan, kenapa wawasan kebangsaan harus disampaikan terus menerus dan diulang-ulang. Karena menurutnya untuk menanamkan pemahaman tertentu perlu diulang-ulang agar dapat dipahami dengan baik. “Atlet misalnya tak akan bisa berprestasi jika tak mengulang-ulang latihan dan pemahaman atas bidang yang digeluti,” katanya.(HS)

Pasar Imlek Semawis di Mata Generasi Muda Tionghoa Semarang

Kontribusi BUMN ke Masyarakat Dituntut Lebih Nyata