in

Dibangun Usai Hangus Terbakar, Pasar Johar Semarang Kini Memperoleh Penghargaan sebagai Pasar Ber-SNI

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pasar Cagar Budaya Johar Semarang bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setelah rampung direvitalisasi, beberapa waktu lalu.

PASAR Cagar Budaya Johar baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perdagangan sebagai salah satu pasar yang ber- Standar Nasional Indonesia (SNI). Penghargaan pasar ber-SNI tersebut diberikan kepada enam pasar tradisional di Indonesia, salah-satunya adalah Pasar Johar Semarang.

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Perdagangan kepada Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan baru-baru ini yang berlangsung di Jakarta. Tentunya hal ini akan membangkitkan semangat bagi semua pihak, baik pedagang, pembeli dan pemkab/pemkot yang telah menerima penghargaan.

“Selain penghargaan pasar ber-SNI itu, ada penghargaan yang diberikan juga oleh Kementerian Perdagangan kemarin, yaitu Kota Tertib Ukur dan Pasar Tertib Ukur. Untuk Kota Semarang sendiri memperoleh Pasar Johar ber- SNI. Ada 6 pasar yang memperoleh penghargaan kemarin salah satunya Pasar Johar Semarang,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis, Rabu (7/9/2022).

Dikatakan Nurkholis, dengan diterimanya penghargaan tersebut, membuat Pasar Johar, yang notabenenya pasar rakyat, tidak kalah dengan mal-mal yang ada.
“Sehingga ke depannya pengelolaan pasar diharapkan bisa menumbuhkan pelayanan kepada masyarakat atau pembeli dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Adapun untuk parameter penilaian dari Kementerian Perdagangan yang menobatkan Pasar Johar sebagai pasar ber-SNI, adalah dari segi fisik bangunan, sarana pendukungnya dan pengelolaan pasar.

“Memang banyak yang harus perlu diperbaiki lagi, semoga semua kriteria penilaian yang sudah baik itu, ke depannya bisa dipertahankan. Lalu, bisa ditularkan kepada pasar -pasar lainnya di Kota Semarang agar bisa mengikuti jejak Pasar Johar menjadi pasar yang ber-SNI, yakni ber-Standar Nasional Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, Disdag mengharapkan, usai menerima penghargaan ini, pihaknya akan bersama-sama dengan kepala pasar, pedagang sendiri, pengurus Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar atau PPJP untuk bisa menampilkan pasar yang sesuai dengan SNI.

“Kami akan bekerjasama dengan stakeholders pengurus, pedagang yang ada. Mempertahankan sesuatu yang sudah baik, dan membenahi sesuatu yang harus dibenahi. Seperti penataan di lingkungan sekitar sehingga membuat pedagang dan pembeli merasa nyaman dan aman saat di dalam pasar.

“Masa berlakunya pasar SNI ini ada massanya, yaitu dalam rentang waktu lima tahun, dari tahun 2022-2027,” pungkas Nurkholis.

Seperti diketahui, Pasar Cagar Budaya Johar direvitalisasi karena mengalami musibah kebakaran pada 2015 lalu.

Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, sebelumnya kondisi pasar yang dibangun pada 1930-an oleh arsitek Belanda, Herman Thomas Karsten, telah mengalami kerusakan. Pasar ini juga sempat mengalami kebakaran pada 2015 silam.

Kementerian PUPR merevitalisasi Pasar Johar Utara dan Tengah yang telah selesai sejak Desember 2019. Pasar Johar Utara sendiri, terdiri dari 51 kios dan 368 los kering. Sementara Pasar Johar Tengah terdiri dari 102 kios, 503 los kering dan 109 los basah.

Pasar ini dapat menampung total sebanyak 1.133 pedagang. Rehabilitasi pasar ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya dan manajemen konstruksi PT Sarana Budhi-PT Widha Konsultan (KSO) dengan anggaran Rp 146 miliar.

Selanjutnya, revitalisasi Pasar Johar Selatan yang selesai pada Januari 2022 ini. Pasar ini terdiri dari 126 kios, 542 los kering dan 36 los basah yang dapat menampung 704 pedagang. Rehabilitasi ini dikerjakan oleh kontraktor PT Sinar Cerah Sempurna dan manajemen konstruksi PT Virama Karya dengan anggaran Rp 113,4 miliar.

Untuk menambah daya tampung pedagang Pasar Johar, Kementerian PUPR membangun Pasar Kanjengan dengan jumlah 205 kios dan 550 los kering yang dapat menampung 755 orang. Pasar ini telah selesai dibangun pada Juli 2021 yang dikerjakan oleh kontraktor PT Mitra Andalan Sakti dan manajemen konstruksi PT Ciria Expertindo-PT Dieng Agung (KSO) dengan anggaran Rp 22,3 miliar.

Menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, konsep revitalisasi pasar disesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan. Dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah.

“Revitalisasi Pasar Johar yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dilaksanakan dengan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya. Kios-kios dibuat dari kayu yang sudah dipernis warna cokelat, sehingga kesan klasik sangat terlihat. Selain itu, tiang-tiang penyangga atap bangunan yang dulunya terlihat lapuk, kini sudah direvitalisasi kembali dengan sebagian tiang yang diekspos sesuai bentuk aslinya,” papar Basuki. (HS-06)

Meski Telah Berjuang, Hanya Satu Atlet Catur Kendal Lolos di Play Off Pra Porprov

Komentari Presiden Perempuan, Ganjar : Konstitusi Kita Tidak Pernah Membanding-bandingkan