Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Dibangun dengan Biaya Rp 10 Miliar, Masjid Unik Berbentuk Kapal Pesiar di Politeknik Akpelni Semarang pun Sempat Viral

Sebuah masjid unik berbentuk kapal pesiar yang berada di lingkungan Kampus Politeknik Bumi Akpelni Semarang.

 

SIAPA yang mengira replika kapal pesiar berukuran besar di kawasan kampus Politeknik Bumi Akpelni, Jalan Pawiyatan Luhur II/17 Bendan Duwur, Semarang merupakan sebuah masjid megah yang baru selesai dibangun tahun ini. Masjid ini terbilang unik, karena bentuknya didesain semirip mungkin dengan kapal pesiar.

Bahkan, masjid berbentuk kapal ini sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Karena ukurannya yang lumayan besar, masjid tersebut bisa terlihat dari luar kampus. Bentuk fisik bangunan makin menarik ketika banyak fotografer yang kemudian mengambil gambar dari ketinggian.

Beberapa foto bangunan masjid yang memiliki tinggi 24 meter dan terdiri dari lima lantai itu pun viral di media sosial, dan membuat banyak nitizen penasaran.

Wakil Direktur III Bidang Ketarunaan Politeknik Bumi Akpelni Semarang, Fakhrurrozi mengatakan, pembangunan masjid di kawasan kampus bertujuan untuk meningkatkan dan membentuk karakter para taruna. Dia menyebutkan, pembangunan masjid ini bermula dari keprihatinan jajaran pengurus Akpelni melihat tidak adanya masjid di lingkungan kampus untuk memfasilitasi sekitar 1.000 taruna muslim yang mengenyam pendidikan di Politeknik Bumi Akpelni.

“Sebelum adanya masjid ini, para taruna ketika menjalanankan ibadah salat harus bergantian di mushala yang terbilang kecil, padahal taruna Akpelni berjumlah seribu lebih,” ungkapnya, Minggu (20/10/2019).

Diceritakan, awal mula pembangunan masjid dengan desain replika kapal pesiar tersebut dimulai pada Juli 2018 lalu, setelah sejumlah pengurus mengelar rapat untuk membangun masjid di dalam kampus. Mulanya, disepakati bangunan masjid berkubah seperti pada umumnya.

Namun dengan proses diskusi panjang, akhirnya diputuskan masjid akan dibangun dengan bentuk menyerupai kapal, sebagai ciri khas sekaligus menjadi tempat laboratorium para taruna Akpelni.

“Dipilihnya masjid berbentuk kapal pesiar merupakan ciri khas Akpelni sebagai kampus pelayaran. Selain itu, untuk lantai 4 dan 5 digunakan untuk laboratorium taruna,” jelasnya.

Setelah viral di beberapa media sosial terkait masjid unik tersebut, masyarakat pun banyak yang penasaran dan berbondong-bondong datang ke Akpelni guna menyaksikan langsung bangunan masjid itu. Pihak kampus pun merespon hal itu dengan positif.

Terkait animo masyarakat mengunjungi masjid yang diberi nama Masjid Jami Haji Soenarto tersebut, Fakhrurrozi mempersilakan masyarakat umum untuk mengunjungi. Apalagi sejak diresmikan pada bulan September 2019 lalu, ketika adzan berkumandang, warga sekitar banyak yang datang untuk ikut salat berjamaah di masjid tersebut.

“Namun bagi masyarakat yang ingin datang secara rombongan untuk berwisata hanya diperbolehkan pada Sabtu dan Minggu. Dikarenakan, jika dikunjungi pada hari Senin hingga Jumat dapat mengganggu aktivitas kampus yang memiliki ribuan taruna,” katanya.

Menurut informasi, masjid ini dibangun dengan biaya sekitar Rp 10 miliar dan pendanaannya berasal dari alumni serta sebagian besar dari keluarga Haji Soenarto yang kemudian diabadikan menjadi nama masjid tersebut.

Salah satu pengunjung asal Sampangan, Semarang, Nisa mengatakan, dirinya mengetahui adanya replika kapal pesiar di kampus Akpelni Semarang dari media sosial. Diharapkan, adanya masjid unik ini, bisa menjadi tempat destinasi wisata baru di Kota Semarang.

“Saya terkesan saat berkunjung ke sini. Selain bisa berswafoto di spot-spot yang menarik di sekitar bangunan, juga menjadi wisata murah bagi masyarakat sekitar,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang