Di Tengah Pandemi Tumbuh Signifikan, Kinerja BPR BKK Purwodadi Dapat Pujian dari Komisi C DPRD Jateng

Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah, Asfirla Harisanto saat membuka evaluasi dan monitoring kinerja BPR BKK Purwodadi Grobogan dan UPPD Blora, di Purwodadi, Grobogan, Kamis malam (3/9/2020).

 

HALO SEMARANG – Komisi C DPRD Jawa Tengah mengapresiasi kinerja PD BPR BKK Purwodadi (Grobogan) yang dinilai mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah, Asfirla Harisanto menyatakan, kinerja BPR BKK Purwodadi berhasil menjalankan good corporate governance (GCG).

Menurutnya, hal itu terbukti dari tahun ke tahun menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

“Pendapatan selalu tumbuh di atas satu digit. Kami apresiasi di tengah pendemi kinerja bagus dan dipertahankan terus agar kontribusinya terhadap PAD Provinsi dapat ditingkatkan lagi,” ujarnya saat memimpin evaluasi dan monitoring kinerja BPR BKK Purwodadi Grobogan dan UPPD Blora, di Purwodadi, Grobogan, Kamis malam (3/9/2020).

Asfirla menambahkan, upaya marger atau penggabungan BPR BKK seluruh Jawa Tengah bisa segera selesai. Diharapkan merger tersebut akan mampu memacu performa BPR BKK di daerah-daerah lain.

“Jika BPR BKK menjadi satu mampu untuk menekan biaya operasional. Yang sekarang bergerak secara parsial dengan menjadi satu akan lebih irit biaya belum berbicara hal lain pasti akan mengikuti semua,” ujarnya.

Dirut PD BPR BKK Purwodadi, Anita Fitriani Yusuf menyebutkan, per Juni 2020 total aset yang dimiliki perusahaan yang dia pimpin mencapai Rp 975 miliar.

Meski berada tipis dari target Rp 981 miliar, namun menurutnya, pada Agustus ini lembaga keuangan yang berkantor pusat di Jalan Siswamiharjo 40, Purwodadi, Grobogan ini berhasil melampauinya dengan mencatatkan total aset Rp 1,021 triliun.

“Mengenai laba selama semester I/2020, tercatat 106 persen dari target yakni di angka Rp 14 miliiar. Mudah-mudahan meskipun di tengah pandemi seperti ini, kinerja kami tidak surut dan target bisa terlampaui,” katanya.

Untuk pertumbuhan deviden juga terus menunjukan tren positif. Hal ini tercermin pada 2019, PT BPR BKK Purwodadi mencatatkan nilai deviden Rp 13 miliar dan pada 2020 ini target pertumbuhan deviden berada di angka Rp 16 miliar.

Sementara, Kepala Biro Perekonomian Setda Jateng, Eddy Sulistyo Bramiyanto menayatakan, dari 33 BPR BKK di Jawa Tengah, BPR BKK Purwodadi adalah yang performanya paling baik.

“Kami berharap, kinerja baik yang sudah dilakukan BPR BPK Purwodadi ini bisa terus dipacu untuk membantu meningkatkan ekonomi,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.