Di Purwokerto, Narapidana Jalankan Bisnis Narkotika Dari Dalam Penjara

Keterangan Pers Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Kamis (18/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Warga Binaan LP Kelas II A Purwokerto atas nama Budiman (43) diciduk Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dan BNN Kabupaten Banyumas karena dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejak tahun 2016.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Kombes Pol Benny Gunawan mengatakan, dalam mengamankan tersangka pihaknya kerja sama dengan BNN Kabupaten Banyumas.

“Budiman kami amankan bekerja sama dengan BNNK Banyumas di LP Kelas Kelas II A Purwokerto, pada
tanggal 30 Januari 2021 karena melakukan TPPU yang berasal dari Tindak Pidana Narkotika sejak tahun 2016,” kata Benny dalam keterangan resminya kepada awak media, Kamis (18/2/2021).

Benny menjelaskan, sewaktu masih di penjara, tersangka tetap menjalankan bisnis narkotika. Modus yang dilakukan tersangka dengan cara menerima setoran pembayaran dari pembelinya melalui rekening istrinya berinisial NK, dan rekening adiknya bernama Kholidin (Napi kasus narkotika).

“Sebagian dari keuntungannya (bisnis narkotika) dibelikan aset yang kemudian disita oleh penyidik BNNP Jawa Tengah,” imbuhnya.

Selain itu, total nilai kekayaan yang disita dari kasus TPPU tersangka mencapai Rp 606.500.000. Serta, peternakan burung berkicau yang mempunyai nilai jual tinggi milik tersangka ikut disita petugas.

“Peternakan ini sebagai kamuflase seolah-olah dia dan keluarganya mempunyai usaha peternakan dan jual beli burung. Padahal modal membeli burung-burung dan operasionalnya setiap hari dibeli dari hasil jual beli narkotika” terang Benny.

Terlebih untuk aset tidak bergerak (tanah, bangunan rumah, uang tunai dan dokumen) lanjut Benny, akan digunakan sebagai pembuktian saat persidangan.

Untuk barang bukti berupa hewan (burung) akan dikoordinasikan dengan jaksa untuk dilelang lebih awal.

“Sementara khusus untuk satwa dilindungi (burung Madu/Kolibri dari keluarga Nectarinidae) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa akan dikoordinasikan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng untuk penanganannya,” pungkasnya.

Tersangka dikenakan pasal 3 subsider pasal 4 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 137 huruf (a) dan (b) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Dalam penyelidikannya, tersangka juga diketahui sudah tiga kali terjerat kasus narkoba.

Tahun 2004 ditangkap Polres Banyumas dan menjalani hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Kemudian tahun 2013 ditangkap Polres Purbalingga dan menjalani hukuman 5 tahun penjara. Serta tahun 2019 ditangkap BNNK Banyumas vonis 8 tahun 4 bulan penjara.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.