Di Pantai Cahaya Kendal, Jogo Tonggo Diadopsi Jadi Jogo Wisata

Petugas PT Wersut Seguni Indonesia (PT WSI) menyemprot disinfektan di wahana mainan anak Pantai Cahaya Kendal, Minggu (25/10/2020).

 

HALO KENDAL – Pelaksanaan Program Jogo Tonggo di Jawa Tengah yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ternyata benar-benar dijalankan oleh pengelola wisata di Kabupaten Kendal.
Konsep Jogo Tonggo, oleh pengelola wisata di Kendal pun diadopsi menjadi Jogo Wisata.

Penerapan Jogo Wisata sendiri diterapkan dengan adanya sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata di Kabupaten Kendal. Salah satunya di objek Wisata Pantai Cahaya, Kecamatan Rowosari, Kendal.

Direktur PT Wersut Seguni Indonesia (PT WSI), Yanuar Handoko selaku pengelola Pantai Cahaya mengatakan, sejak dibuka bulan Juni lalu, pihaknya selalu menekankan protokol kesehatan kepada karyawan dan pengunjung.

“Sesuai dengan arahan dan kebijakan pemerintah, kami tetap berkomitmen untuk membuat Pantai Cahaya menjadi tempat wisata yang mengedepankan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya kepada halosemarang.id, Minggu (25/10/2020).

Ditegaskan oleh Yanuar, sebelum ditetapkan sebagai objek Wisata Siaga Candi 2020, manajemennya sudah membuat SOP yang harus ditaati semua pihak, baik karyawan maupun pengunjung.

“Seperti disampaikan Bupati Kendal, saat launching Wisata Siaga Candi 2020 lalu. Bupati mewanti-wanti kepada kami, untuk selalu mengingatkan pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan. Kami juga mengadopsi konsep Jogo Tonggo yang dicetuskan Pagu Ganjar Pranowo, menjadi Jogo Wisata,” terangnya.

Apalagi, lanjut Yanuar, Pemerintah Kabupaten Kendal telah mengatur pelaksanaan penanganan penyebaran Covid-19, melalui Perbup 51 tahun 2020 yang kemudian diubah dengan Perbup 56 tahun 2020.

“Sampai saat ini, SOP yang diterapkan bagi karyawan dan pengunjung sudah berjalan dengan baik, dan terus diupayakan peningkatan dalam penerapannya,” jelasnya.

Tentu saja, lanjut Yanuar, hal ini untuk mendukung pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19, serta pemulihan ekonomi nasional.

“Pengunjung kami wajibkan memakai masker, kemudian diperiksa atau dicek suhu tubuhnya. Setelah itu saat masuk dan keluar area wisata, juga kami wajibkan mencuci tangan,” terangnya.

Ditambahkan Yanuar, pihaknya juga menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di semua tempat wahana.

“Baik tempat cuci tangannya, beserta dengan sabunnya, kami letakkan yang mudah dijangkau pengunjung. Sehingga mudah untuk mencarinya,” jelanya.

Yanuar juga mengaku, selama dibuka pengunjung sudah mulai berdatangan dari berbagai daerah. Rata-rata ingin menikmati wahana permainan anak, Mini Zoo, wahana pantai dan sunset, serta pentas lumba-lumba.

“Semua wahana sudah beroperasi, kecuali kolam renang, karena masih masa pandemi. Sampai saat ini kami terus menunggu perkembangan Covid-19,” ungkap Yanuar.

Di tempat yang sama, Manager Operasional PT WSI, Iqbal mengatakan, pihak managemen tidak hentinya mengimbau kepada seluruh pengunjung Pantai Cahaya agar selalu mematuhi peraturan pemerintah dan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan.

“Marilah kita bersama-sama meningkatkan pola hidup sehat agar terbebas dari pendemi Covid-19,” ujarnya.

Ditambahkan, pengetatan protokol kesehatan bagi pengunjung yang datang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan demi kenyamanan bersama.

“Pantai Cahaya tidak segan untuk menegur bahkan menolak pengunjung yang membandel, jika yang datang tidak memakai masker,” tandas Iqbal.

Pengetatan protokol kesehatan juga terlihat dari disediakannya tempat isolasi bagi pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat.

“Dalam pelaksanaan protokol kesehatan ini, kami terus berkoordinasi dengan tim satuan tugas penanganan Covid-19 di Kecamatan Rowosari,” imbuhnya.

Hal ini dilakukan sesuai dengan instruksi tim gugus tugas atau Satgas penanganan Covid-19, demi mencegah penyebaran virus corona.

“Ini dimaksudkan supaya tim gugus tugas turut memberikan edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya memakai masker,” jelas Iqbal.

Salah satu pengunjung, Handayani (42) warga Kecamatan Kendal mengaku merasa aman saat berada di objek wisata Pantai Cahaya.

“Kami jadi merasa aman, meski banyak yang bilang kalau wisata di pantai aman dari virus corona, tapi pengelola pantai Cahaya tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena saat masuk sudah diperiksa suhu tubuh dan diarahkan oleh petugas untuk mencuci tangan,” ungkapnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.