Di Kendal, Kini Ada Warung Kebab dengan Citra Rasa Asli Turki

Muhammad Mustafa sedang mempraktikkan memasak kebab saat launching outlet kebab Turki di Kendal, Rabu (12/8/2020).

 

HALO KENDAL – Warung kebab ala Turki mungkin sudah jamak ditemukan di pinggir jalan-jalan kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Namun, sulit untuk menemukan mana yang memiliki rasa yang autentik khas Turki.

Bagi warga Kendal yang ingin menikmati kebab dengan cita rasa khas asli Turki, bisa datang di outlet Kebab Istanbul di Jalan Tentara Pelajar Purin, Kecamatan Patebon, Kendal.

Diberi nama Kebab Istanbul, lantaran kebabnya merupakan buatan asli orang Turki bernama Muhammad Mustafa, yang sudah berjualan kebab di Indonesia selama 5 tahun lebih.

Meski sederhana, outlet kebab Turki yang dilaunching Rabu (12/8/2020) ini, mampu menarik perhatian banyak orang. Bahkan sampai membuat antrean panjang pengunjung yang akan membeli untuk mencoba rasanya.

“Sebelum berjualan kebab, saya pernah jadi chef di restoran Turki. Waktu itu kuliah sambil kerja, jadi ya sudah paham hampir semua masakan tradisional Turki,” ujar Mustafa saat launching warungnya, Rabu (12/8/2020).

Menurut Mustafa, banyak warung yang menawarkan kebab ala Turki di Indonesia. Meskipun rasanya enak, tetapi rasa yang biasa ditawarkan itu bukan merupakan rasa original khas Turki. Menurutnya, itu karena penggunaan rempah dan bumbu yang berbeda.

“Jadi saya buat kebab di sini yang benar-benar tradisional Turki. Rempah-rempah dari Turki untuk bumbu daging panggangnya, dan juga sausnya. Saya ingin memperkenalkan ke lidah orang Indonesia, bahwa inilah rasa asli kebab sesungguhnya,” terangnya.

Rempah dari Turki itulah yang menjadi pembeda dengan kebab-kebab yang biasa ditemui sekaligus menjadi resep rahasia di Kebab Istanbul.

“Kebab kami, semua bahan dibuat secara homemade. Mulai dari kulit kebab, saus, hingga dagingnya,” ungkap Mustafa sambil mengoleh kebab.

Dikatakan oleh pria yang sudah menetap di Indonesia selama 10 tahun, Kebab Istanbul ini diisi dengan sayuran segar seperti selada, tomat, irisan bawang bombay, daging, dan saus.

Kemudian isian tersebut dibungkus dengan kulit kebab. Untuk dagingnya, Mustafa menggunakan daging ayam bagian dada yang dipanggang.

“Di Turki terkenalnya pakai daging ayam, sebenarnya saya juga ada menu pakai daging sapi, tetapi banyak orang Indonesia yang suka pakai daging ayam. Jadi daging sapi ditiadakan dulu,” terangnya.

Sementara itu salah satu pembeli, Rara (21), mengaku penasaran melihat ada kerumunan saat dirinya kebetulan lewat di Purin, Kendal.

“Saya tadi pas lewat, lihat kerumunan saya berhenti sejenak. Lihat bule sedang memasak kebab, saya tambah penasaran ingin mencoba rasa kebab ini,” ungkapnya sambil menikmati Kebab Istanbul.

Rara mengungkapkan, untuk aroma kebab buatan Musatafa ini, aroma rempahnya sangat terasa, dan rasanya pun berbeda dengan kebab yang biasa ditemukan di pinggir jalan.

“Kulitnya pun lebih terasa gurih dan pada sausnya rasa rempahnya begitu kuat. Begitu pula dengan daging ayamnya,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Khoirul Rizal Al Haqiqi Miradz, Selaku manajer PT Mustafa Kuliner Indonesia, sampai saat ini sudah berdiri kurang lebih 300-an outlet Kebab Istanbul di 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Kami sudah buka di Jogja. Untuk Jawa Tengah kami buka di Semarang, Solo, Salatiga, Kudus, Pati dan hari ini kami buka di Kendal,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.