in

Dewan: Pokdarwis Dukung Potensi Wisata Budaya Lokal di Kota Semarang

Anggota komisi D DPRD kota Semarang Dyah Ratna Harimurti, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dinilai bisa mendukung potensi wisata terutama alam dan budaya lokal yang dimiliki Kota Semarang. Bahkan, saat ini setiap kelurahan sudah ada Pokdarwis yang secara langsung mendapat arahan binaan dari Pemerintah Kota Semarang.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti, baru- baru ini.

Menurutnya, bahwa pariwisata lokal di Kota Semarang sudah berkembang dan menjadi jujugan wisatawan. Sebab, di tiap kecamatan ada objek wisata.

“Seperti di wilayah Pedurungan, ada bendungan yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata,” katanya.

“Kami juga sempat memanfaatkan untuk kegiatan lomba meniti di atas bambu yang diteruskan dengan panjat bambu di atas bendungan dengan hadiah beragam dan menarik. Kegiatan tersebut kami kemas menjadi kegiatan Festival Bendungan,” sambungnya.

Melalui kegiatan tersebut, menurut Mbak Detty, sapaan akrabnya, juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan dapat dipastikan akan bermunculan UMKM yang memanfaatkan untuk usaha.

Menurut Mbak Detty, kehebatan wisata lokal di Kota Semarang juga lantaran didukung kelompok sadar wisata. Kelompok sadar wisata ini yang memberikan informasi tentang potensi yang ada pada masing-masing wilayahnya.

Pokdarwis yang sudah eksis seperti di Gunungpati yang memberikan panduan kepada wisatawan dan memberikan informasi terhadap potensi yang berkembang di sana.

Demikian juga Pokdarwis di Rowosari Tembalang. Potensi yang ada seperti kerajinan tangan yang bisa untuk suvenir bagi wisatawan yang berkunjung di sana sebagai oleh-oleh.

“Tugas Pokdarwis bisa sebagai guide juga memberikan informasi tentang kearifan budaya lokal,” paparnya.

Kearifan lokal tersebut menurutnya, seperti di Kauman ada tradisi pawai Kampung Al Qur’an yang digelar Minggu (29/10/2023), tradisi gebyuran setiap menjelang Ramadan di Kampung Bustaman. Tradisi tersebut merupakan kearifan budaya lokal yang memiliki daya tarik dan berkembang di wilayah masing-masing kelurahan.

Dikatakan Mbak Detty, pemerintah terus mengoptimalkan wisata lokal dan menggali potensi wisata lokal sebagai kearifan budaya lokal. Bukan hanya wisata alam, pantai tetapi potensi lokal seperti kerajinan tangan, kuliner dan tradisi-tradisi serta budaya sebagai kearifan lokal yang dikawal pemerintah.

“Pemerintah mengawal kearifan budaya lokal melalui pembinaan dan pelatihan -pelatihan Pokdarwis-pokdarwis yang ikut mempromosikan potensi di wilayahnya masing-masing. Pelatihan-pelatihan agar tradisi atau budaya kearifan lokal dilakukan setiap tahun dengan harapan wisata lokal berkembang,” pungkasnya. (HS-06)

 

Mahasiswa KKN Unnes Edukasi Cara Mencuci Tangan di SDN 3 Berjo

Lantik 184 Pejabat, Ini Pesan Wali Kota Semarang