Dewan Pertanyakan Utang Proyek Tol Semarang-Batang, Penggantian Lahan SMP Negeri 16 Semarang Belum Dibayar

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo.

 

HALO SEMARANG – Kalangan DPRD Kota Semarang mempertanyakan terkait belum dibayarnya utang penggantian lahan untuk SMP Negeri 16 Semarang, yang sebagian bangunannya terkena pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang. Dan hingga sekarang belum ada kejelasan terkait pembayarannya.

Artinya, Jalan Tol Semarang-Batang yang telah beroperasi ini masih meninggalkan utang penggantian lahan yang belum dibayarkan. Nilai total penggantian lahan dan bangunan untuk SMPN 16 Semarang senilai Rp 123 miliar.

Rp 112 miliar untuk tanah dan Rp 11 miliar untuk bangunan. Dari nilai tersebut seluruhnya belum dibayarkan.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengaku pihaknya telah berupaya menanyakan perihal lahan pengganti untuk SMP Negeri Semarang tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan kapan bisa terealisasikan.

“Kami berharap 2021 semoga saja bisa (dibayar-red),” ungkapnya, Kamis (4/3/2021).

Dikatakan, belum tuntasnya penggantian lahan SMP Negeri 16 Semarang tersebut terkendala atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) 109 yang diteken oleh Presiden RI Joko Widodo.

Perpres tersebut memuat tentang penghapusan Proyek Strategis Nasional (PSN). Artinya, Jalan Tol Semarang-Batang yang semula termasuk dalam PSN, sekarang bukan termasuk PSN. Otomatis, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) tidak bisa membiayai penggantian lahan ruas tol yang di luar PSN.

“Sebetulnya tidak perlu mengubah Perpres, itu seharusnya bisa dicairkan. Mestinya dengan Perpres itupun tetap bisa dicairkan dan implementasikan di 2021. Tidak bisa dicairkan di awal tahun ini karena tidak masuk dalam program skala prioritas,” kata Anang.

Dia berharap pemerintah pusat segera menuntaskan penggantian lahan untuk SMP Negeri 16 Semarang tersebut. Sebab, hal itu merupakan kebutuhan mendesak untuk proses belajar mengajar.

“Kendalanya hanya karena ada Perpres itu. Mudah-mudahan tahun ini bisa dicairkan. Harapannya, tahun ajaran baru mendatang bisa ditempati oleh peserta didik,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Tol Semarang-Batang, Sudiyono sebelumnya menjelaskan, bahwa pihaknya telah mendapatkan lokasi lahan pengganti yang disepakati, yakni di samping Pizza Hut Silayur Ngaliyan Semarang.

“Telah dilakukan appraisal. Nilai total penggantian lahan dan bangunan untuk SMPN 16 Semarang ini Rp 123 miliar. Rp 112 miliar untuk tanah dan Rp 11 miliar untuk bangunan,” terang dia.

Pada 5 November 2020 pihaknya mengajukan Surat Permohonan Pembayaran (SPP) di Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), namun pada 20 November 2020 terbit Perpres 109 tersebut.

“Istilahnya mangkrak dalam arti tertunda karena ada Perpres 109 tersebut. Hingga saat ini, kami masih menunggu kejelasan terkait hal tersebut. Entah nanti dilakukan melalui dana talangan atau seperti apa, atau Perpres itu mau direvisi lagi, kami belum tahu,” ujar dia.

Sudiyono menegaskan, bukan berarti penggantian tersebut batal, Bina Marga saat ini masih mengupayakan.

“Tapi sumber dananya dari mana itu belum jelas. Usulannya sih Perpresnya direvisi, tapi yang jelas butuh waktu lama. Alternatif kedua dimasukkan investasi tol dengan cara ditalangi oleh Bina Marga atau dari APBN Murni. Proses ini masih berjalan, tapi kapan terealisasi yang saya tidak tahu,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.