Dewan Minta Museum Bubakan di Kawasan Kota Lama Segera Dilengkapi Koleksi

Museum Bubakan di Kawasan Kota Lama Semarang yang bangunan fisiknga telah rampung.

 

HALO SEMARANG – Komisi D DPRD Kota Semarang meminta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk segera melengkapi isi maupun koleksi Museum Bubakan, di Kawasan Kota Lama Semarang.

Apalagi bangunan tersebut kini sudah rampung proses pembangunannya, sebagai bagian dari program revitalisasi Kota Lama Semarang dari Kementerian PUPR.

Dengan diisi koleksi benda bersejarah, diharapkan Museum Bubakan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Apa saja isi yang ada di dalam gedung atau museum itu nanti, kami minta penjelasan dari pihak Disbudpar Kota Semarang. Koleksinya apa saja yang akan ditampilkan, harus memiliki nilai sejarah atau edukasi sejarah yang berkaitan dengan Kota Semarang,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, usai rapat evaluasi Program 2020 dan Penajaman 2021 Komisi D dan Disbudapar, Selasa (9/3/2021).

Selain itu, lanjut Anang, kejadian banjir di Kawasan Bubakan Kota Lama belum lama ini, juga harus jadi bahan evaluasi.

“Sehingga kami mendorong agar persoalan itu bisa dibenahi, seperti apa pengelolaannya dan mana yang harus ditambal. Dalam artian, biar bisa layak pakai,” imbuhnya.

Lalu, untuk akses menuju Museum Bubakan, pihaknya juga mendorong ada solusi terkait kelayakan lalu lintas. Karena di lokasi tersebut saat ini belum ada lahan parkir untuk kendaraan pengunjung.

“Kami sudah meminta dibangun tempat parkir agar pengunjung yang datang nyaman. Serta dibuat untuk pusat oleh-oleh, biar ekonomi masyarakat sekitar ikut menggeliat,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, Museum Bubakan saat ini masih berupa bangunan fisik saja dan belum menjadi museum. Untuk menjadi museum masih butuh waktu yang panjang.

“Seperti melengkapi sarana dan prasarananya. Kemudian perizinannya untuk menjadi museum. Dan saat ini proses Detail Enggeneering Desing (DED) sudah selesai, dan kami juga mengajukan proposal kepada provinsi, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan bangunan ini diakui sebagai sebuah museum. Persyaratan itu, dalam rangka untuk mendukung menjadikan sebuah museum,” terangnya.

“Harapan kami Museum Bubakan tidak hanya sebagai tempat edukasi saja, yang menampilkan benda-benda kuno. Tapi juga disesuaikan dengan kemajuan teknologi saat ini yang menceritakan sejarah Kota Semarang, dengan cara yang menarik. Biar anak muda belajar dan berekreasi di sana,” sambung Iin, sapaan akrabnya.

Konsepnya museum, kata Iin, isinya adalah pembelajaran sejarah Kota Semarang. “Baik, mulai dari pra-sejarah hingga perkembangan Kota Semarang itu sendiri hingga kini,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.