in

Dewan Minta Kenaikan Anggaran Disperkim untuk Pelayanan Masyarakat

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono saat diwawancarai awak media, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) bisa mengalokasikan anggaran pada tahun 2024 dengan tepat, terutama melalui berbagai program kerja atau bisa dirasakan oleh masyarakat. Apalagi besaran anggaran Disperkim Kota Semarang pada APBD 2024 ini naik dari tahun sebelumnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, ada kenaikan anggaran Disperkim dari tahun sebelumnya pada APBD 2023 sekitar Rp 290 miliar menjadi sekitar Rp 330 miliar pada APBD 2024. Dengan kenaikan anggaran di Disperkim tersebut, pihaknya berharap nantinya bisa menambah kualitas berbagai pelayanan kepada masyarakat.

“Sudah kami cek, dan betul anggaran paling banyak langsung untuk pelayanan kepada masyarakat, terutama untuk perbaikan sarana dan prasarana lingkungan,” paparnya, usai rapat koordinasi dengan Disperkim yang dihadiri oleh anggota Komisi C DPRD, baru-baru ini.

Anggaran Disperkim yang cukup besar yaitu anggaran pokok pikiran (pokir) dewan. Suharsono memaparkan, anggaran pokir tersebut untuk kegiatan yang bersifat fisik. Dia menyebut, sumber perencanaan tidak hanya rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), rencana kerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD), musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), namun juga ada pokok pikiran dewan (pokir). Seluruhnya masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD).

“Kita mengusulkan saja aspirasi, terserah dinas yang melaksananakan. Rata-rata ada rentangnya 10 hingga 15 titik kegiatan. Selama ini berjalan begitu. Kami tidak melihat angkanya. Itu kewenangan eksekutif. Kami bicaranya kinerja usulan aspirasi,” katanya.

Dia berharap, titik lokasi dalam pengerjaan melalui pokir bisa meningkat lagi. Menurutnya, bahkan tidak hanya titiknya saja, kualitas dan volume proyek fisik melalui pokir juga meningkat. Sehingga anggaran pun bertambah.

“Tahun ini, ada peningkatan anggaran pokir. Sudah dua periode, baru meningkat tahun ini, meningkat titik dan volume. Kami harap besok meningkat lagi bisa 20 sampai 25 titik. Sekarang kurang lebih 13 sampai 15 titik,” imbuh politisi PKS tersebut.

Sementara, Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo mengatakan, ada beberapa dedicated programs atau program khusus Disperkim tahun 2024. Antara lain revitalisasi kawasan Pecinan senilai Rp 10,5 miliar, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebesar Rp 15,3 miliar, fasilitasi sanitasi dan pembangunan sarpras sanitasi sebesar Rp 3,4 miliar, serta fasilitasi sumber air bersih senilai Rp 3,3 miliar.

Adapun pokir juga termasuk dedicated program dengan anggaran sebesar Rp 146,5 miliar. Sedangkan pengajuan dewan biasanya untuk pembangunan infrastuktur fisik, seperti jalan, paving, talut, dan betonisasi.(HS)

Laga Kandang yang Penuh Tantangan bagi Ten Hag

Hadiri Kegiatan Tebus Sembako Murah di Kendal, Sandiaga Uno Sapa Masyarakat Boja