Dewan Lega, Pokir yang Sempat Tertunda di Tahun 2020 Akan Direalisasikan di 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif.

 

HALO SEMARANG – Jajaran DPRD Kota Semarang merasa lega. Pasalnya rencana pembangunan yang masuk dalam jaring aspirasi masyarakat atau pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Semarang yang sempat tertunda pada 2020, akan direalisasikan pada 2021.

Hal ini sesuai kesepakatan DPRD dan Pemerintah Kota Semarang.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengatakan, Pemkot Semarang telah berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan yang masuk dalam pokir dewan.

Nantinya, pokir yang diajukan oleh dewan akan direalisasikan pada tahun anggaran 2021.

“Kemarin dewan mempertanyakan pokir karena pada 2020 tidak ada yang terealisasi. Insyaallah pokir dewan lama akan direalisaai pada 2021. Juga ada tambahan pokir dewan baru tapi jumlahnya berbeda,” terang Afif, Minggu (18/10/2020).

Dia mejelaskan, pokir merusapakan salah satu pertanggung jawaban DPRD atas hasil reses dan usulan pembangunan dari konstituen.

Kebanyakan memang pembangunan di tingkat RW dan kelurahan. Dikatakan, pembangunan di wilayah perkampungan bisa melalui dua jalur yakni musrenbang dan pokir dewan. Namun pokir dewan tidak sebesar musrenbang.

Menurutnya, pokir sangat penting mengingat dewan dipilih oleh masyarakat. Masing-masing konstituen pun memiliki harapan besar terhadap wakil rakyatnya untuk dapat memperjuangkan pembangunan di wilayahnya.

“Saya sendiri kalau tidak ada pokir berat kalau ketemu ke bawah. Pokir ini sebenarnya kan memperjuangkan keluh kesah masyarakat di tingkat paling bawah. Kami tentu senang apabila terealisasi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, aspirasi masyarakat di setiap daerah berbeda. Ada aspirasi dalam non fisik, semisal pelatihan yang mana leading sektornya di Dinas Tenaga Kerja maupun Dinkop UMKM.

Sementara, aspirasi fisik berupa pembangunan perkampungan berada di Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim).

Mayoritas aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam pokir yakni pembangunan fisik di perkampungan antara lain pembangunan selokan, talud, paving, dan pengaspalan.

Sementara, Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, telah menganggarkan pembangunan infrastruktur yang masuk dalam pokir sebesar Rp 82 miliar.

“Itu anggaran paling tinggi. Itu aspirasi dewan. Waktu dewan reses ke masyarakat, dikumpulkan, ditampung di 2021,” jelasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.