in

Dewan Imbau Masyarakat Bijak Menyikapi Konflik Israel dan Palestina

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abdul Hamid.

 

HALO SEMARANG – Sejumlah negara di belahan dunia termasuk Indonesia tengah menyoroti perseteruan antara Israel dengan Palestina yang semakin menjadi. Pemerintah Indonesia secara resmi telah menyatakan sinyal politik internasional untuk mendukung Palestina.

Sejumlah elemen masyarakat di daerah-daerah juga menyatakan solidaritas atas konflik yang merugikan Palestina. Apalagi banyak menjadi korban atas perseteruan tersebut.

Akan tetapi, terdapat oknum yang menunjukkan hal negatif dengan mengejek kata kotor terhadap Palestina yang diposting di media sosial. Unggahan tersebut sempat viral di media sosial dan mendapat kecaman dari warganet.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abdul Hamid menanggapi atas persoalan viralnya unggahan ejekan terhadap Palestina. Menurutnya, seharusnya masyarakat turut prihatin atas kisruhnya dua negara tersebut.

“Kita patut untuk berprihatin saudara kita di Palestina mengalami diskriminasi, kekerasan oleh Israel,” tutur Hamid kepada halosemarang.id, Jumat (21/5/2021).

Hamid mengatakan, seyogyanya masyarakat dapat melakukan solidaritas terhadap Palestina seperti seruan Presiden Joko Widodo yang mendukung penuh perdamaian atas Israel dan Palestina.

“Kita boleh dukung karena sesuai arahan dari Presiden yang mendukung penuh,” ujarnya.

Hamid mengajak seluruh masyarakat di Jawa Tengah untuk tidak terpengaruh atas oknum yang memanfaatkan isu Palestina dan Israel. Hal itu, lanjutnya, adalah bentuk upaya oleh oknum yang memancing kegaduhan di dalam negeri.

“Simpati boleh, artinya apa yang akan kita bantukan ke sana baik doa, materi, maupun support bisa, tapi ada juga kemungkinan oknum tertentu yang memanfaatkan keadaan dengan memancing di air keruh,” ujarnya.

Selain harus bijak menggunakan media sosial, Hamid berharap, kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran dan perhatian masyarakat Jawa Tengah untuk tidak mudah terprovokasi isu yang ada di media sosial.

“Kita harus hati-hati, jangan mudah terpancing isu-isu seperti itu di sosial media. Menggunakan media sosial jangan sampai melanggar UU ITE,” tutupnya.(HS)

Share This

Gempa M 6,2 Guncang Blitar

Timnas Jerman Akhirnya Mau Menyesuaikan Keadaan