Dewan Dukung Rencana Pemkot Semarang Gunakan Kartu Semarang Hebat untuk Salurkan Bantuan

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim.

 

HALO SEMARANG – Rencana Pemerintah Kota Semarang menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 menggunakan kartu Semarang Hebat didukung oleh DPRD Kota Semarang.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, sistem pemberian bantuan menggunakan kartu ini merupakan inovasi dari Pemkot Semarang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, dengan menggunakan kartu, masyarakat dapat memilih sembako yang dibutuhkan.

“Selama ini bantuannya berupa sembako langsung. Pemkot mulai mengubah sistem dengan bantuan tunai Rp 100 ribu yang bisa dibelanjakan sembako,” ucap Mualim, baru-baru ini.

Mualim menilai, sistem ini bisa menghidupkan warung-warung kecil yang selama ini mulai terkalahkan oleh toko modern.

Kartu Semarang Hebat dapat membiasakan masyarakat untuk membeli di warung-warung kecil di sekitar rumahnya. Menurutnya, inovasi ini perlu diapresiasi.

“Kami apresiasi inovasi yany digagas oleh Pemkot Semarang ini,” ucapnya.

Dia menegaskan, bantuan tersebut tidak diberikan secara kontinyu melainkan hanya sampai Desember mendatang.

Dia berharap, masyarakat nantinya tetap berbelanja di warung tradisional atau warung kecil, meski sudah tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Hal yang perlu diperhatikan saat penyalutan bantuan, kata Mualim, Pemkot Semarang harus memastikan masyarakat belanja dengan aman.

Artinya, protokol kesehatan harus diberlakukan secara ketat. Pemkot perlu bekerja sama dengan beberapa warung di satu wilayah yang bisa digunakan masyarakat untuk berbelanja.

“Jangan sampai warga berjubel-jubel mengantre. Protokol kesehatan harus dijalankan. Jangan hanya satu warung, harus ada beberapa warung yang bisa digunakan untuk membelanjakan bantuan uang tersebut,” pintanya.

Dia berharap, bantuan ini benar-benar tepat sasaran untuk warga yang terdampak Covid-19.

Mualim juga mengajak masyarakat untuk instropeksi diri apabila sudah merasa mampu untuk tidak turut meminta bantuan pemerintah. Sehingga, warga yang tidak mampu bisa mendapatkan bantuan.

“Ini perlu dievaluasi karena ada beberapa yang sifatnya masih ada kendala atau kekurangan. Biasanya ada yang protes tidak dapat. Hal seperti itu harapan kami tidak ada lagi,” paparnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.