in

Dewan Dorong Anak Yatim Terdampak Covid-19 Difasilitasi Peroleh Pendidikan

Suasana Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang menghadirkan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif di salah satu stasiun televisi swasta lokal, Senin (13/9/2021).

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Muhammad Afif mendorong pemerintah kota (Pemkot) Semarang bisa memberikan bantuan dan memfasilitasi dalam hal pendidikan kepada anak yatim piatu karena kehilangan orangtua akibat Covid-19. Tidak hanya bantuan pemberian berupa sembako maupun psikis saja, namun juga pemerintah Kota Semarang menjamin dan memastikan agar mereka bisa tetap bersekolah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif saat menjadi nara sumber dalam acara Dialog Interaktif DPRD di salah-satu stasiun televisi lokal swasta, Senin (13/9/2021).

Muhammad Afif mengatakan, anak yatim piatu di Kota Semarang yang kehilangan orang tua akibat Covid-19 harus tertangani dengan baik. Sebab sesuai amanat di dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34, menyebutkan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Maka Pemkot Semarang harus harus bisa memberikan perhatian, perlindungan dan kehidupan mereka yang masih punya masa depan panjang.

“Karena Mereka serba terbatas, sehingga butuh bantuan, backup, yang harus dilakukan pemerintah kota adalah untuk mendata anak yatim secara rinci. Pendataan itu, baik yang yatim dan piatu, semuanya punya hak difasilitasi. Tapi yang lebih diperhatikan adalah yang yatim piatu,” katanya, Senin (13/9/2021).

Dikatakan Afif, kondisi anak yatim piatu menjalani kehidupan yang sulit, tidak ada pengasuhan dari orang tuanya, dan susah dari sisi ekonomi. Mereka hidup terbatas, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. “Selain itu, kebutuhan psikis juga penting. Harus ditangani secara komprehensif atau menyeluruh,” imbuh politisi PKS ini.

Pihaknya menyampaikan, bahwa sebagai mitra, pihaknya terus mendorong Pemkot Semarang untuk menganggarkan dalam penanganan anak yatim piatu. Sebab salah satu tugas DPRD punya fungsi pengawasan terkait dalam hal penganggaran tersebut.

“Misalnya dengan bantuan melalui anggaran Bantuan tidak terduga (BTT), untuk memfasilitasi pendidikan mereka. Bisa berupa beasiswa, untuk tingkat SD, SMP. Atau bisa juga dengan menggandeng pihak lain atau swasta agar mereka terus menikmati bangku sekolah,” harapnya.

Untuk biaya pendidikan, lanjut Afif, Pemerintah Kota Semarang bisa menggratiskan biaya SPPnya dalam hal ini bisa difasilitasi oleh dinas pendidikan.

“Bantuan pemerintah bisa juga berupa membantu mereka pelengkapan sekolah membelikan tas dan sepatu dengan menggandeng Baznas, BUMN, pengusaha, sehingga kebutuhan untuk sekolah bisa tercukupi,” paparnya.

Tak kalah penting, Pemerintah Kota Semarang bisa memberikan terobosan, untuk menggalang dana untuk menangani anak yatim dampak Covid-19, sehingga bisa berkelanjutan. “Misalnya anak yatim piatu dititipkan ke Panti Asuhan atau ada forum/tim yang khusus menangani mereka. Harapannya kebutuhan sekolah mereka tetap terpenuhi,” katanya.

M Khadiq, Kepala Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mengatakan, pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sudah memberikan bantuan kepada anak yatim piatu akibat Covid-19.

Di mana, bersama-sama menggandeng pihak pengusaha bisa memberikan bantuan sembako dan beasiswa.

“Kami masih melakukan pendataan terus dilakukan. Anak yatim bisa juga mendaftarkan ke kelurahan setempat masing-masing sehingga bisa diberikan bantuan,” katanya.

Sementara itu, Tirza Evita Andayani, Bidang Pengabdian Masyarakat HIMPSI Kota Semarang menyampaikan, pihaknya bersama relawan spikologi turun ke bawah memberikan bantuan dukungan dalam hal memulihkan dampak psikologi anak.

“Baik itu mengalami trauma, depresi, kami akan memgembalikan perasaan terluka pada anak karena kehilangan orang tua akibat Covid-19. Kami juga membuat materi untuk diberikan kepada anak-anak, agar kembali hidup bersemangat dan bisa bangkit,” pungkasnya.(HS)

Share This

1.000 Santri APIK Kaliwungu Antusias Mengikuti Vaksinasi

Yoyok Sukawi Ajak Semua Pihak Dukung Penyelenggaraan PON Papua