in ,

Dewan Berharap SMP N 16 Kota Semarang Sudah Dioperasionalkan Awal Tahun Depan

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo.

HALO SEMARANG – Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang berharap SMP N 16 Kota Semarang yang saat ini dalam tahap penyiapan fasilitas dan sarana pendukung proses belajar mengajar siswa, sudah bisa ditempati pada awal tahun 2025. Mengingat pembangunan sekolah baru yang dibangun karena sekolah sebelumnya terkena proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang ini sudah hampir rampung.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, dewan meminta persiapan dimulainya proses belajar mengajar sudah bisa dimulai dari sekarang sedikit demi sedikit, meskipun pembangunan tahap selanjutnya masih akan dilakukan.

“Kami melihat pembangunan SMPN 16 pada tahap ini memang sudah hampir selesai. Bahkan, sudah tidak ada alat-alat berat lagi di dalamnya, sehingga persiapan dapat mulai dilakukan,” katanya, saat melakukan inspeksi mendadak atau sidak lapangan, baru- baru ini.

Dia pun mengusulkan pihak sekolah bisa mulai mengenalkan lingkungan sekolah baru kepada siswa, misalnya dengan mengadakan kerja bakti atau kemah bakti. Sehingga nantinya anak-anak akan mengetahui seluk beluk dari bangunan sekolah barunya tersebut.

“Biar nanti siswa bisa nyaman dan terbiasa ketika benar-benar pindah di sekolah baru mereka,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto menjelaskan, bahwa pembanguan SMPN 16 Kota Semarang hingga saat ini masih terus dilaksanakan. Setelah pembangunan tahap pertama menggunakan DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp 11 miliar selesai, akan dilanjutkan tahap kedua.

“Kemudian pembangunannya dilanjutkan lagi menggunakan APBD Kota Semarang sebesar Rp 8 miliar, dan saat ini dilanjutkan pembangunan tahap berikutnya yang juga menggunakan APBD Kota Semarang sebesar lebih dari Rp 2 miliar,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini sedang dilakukan pembangunan tahap berikutnya dan progresnya mengalami percepatan 15 persen. “Yang tahap ini progresnya mengalami percepatan 15 persen. Semoga pembangunan bisa segera selesai dan target siswa pindah di awal 2025 bisa kita realisasikan,” iimbuh Bambang.

Adapun pembangunan yang dilakukan pada tahap in, menurutnya adalah pembangunan sembilan ruang kelas dan enam kamar mandi. Sementara ini ruang kelas yang sudah jadi ada sebanyak 24 ruang kelas.

“Saat ini pengerjaan tambahan ruang kelas. Kalau listrik sudah ada, air sebagian juga sudah mengalir, tapi masih akan ditambah lagi pasokan dari PDAM,” jelasnya.

Sementara untuk pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Bambang mengaku sudah mengajukan surat ke Dinas Perhubungan (Dishub). Harapannya, akan bisa dianggarkan pada APBD Perubahan 2024 nanti. Pihaknya juga meminta dorongan DPRD kepada Dishub agar pembangunan JPO bisa segera direalisasikan.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 16 Kota Semarang, Purnami Subadiyah menambahkan, bahwa pihaknya akan melihat situasi dan kondisi yang ada di SMPN16 sebelum mengajak para siswa pindah.

“Kami akan melihat situasi kondisi. Tentunya tidak mengesampingkan keamanan anak-anak,” kata Purnami.

Ia juga menambahkan, selama fasilitas, sarana dan prasarana di sekolah baru sudah memadai untuk proses belajar mengajar bagi siswa dan guru, maka pihaknya akan segera pindah. (HS-06)

Dewan Ingatkan, Masa Jabatan Sekda Kota Semarang Akan Genap Lima Tahun Pada Akhir Juli 2024

Sempat Dikeluhkan Terlalu Mahal, Biaya Cek Kesehatan Calon Pantarlih Turun Jadi Rp 50 Ribu