Dewan Berharap Pemindahan Pedagang ke Pasar Johar Bisa Dilaksanakan 2020

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang meninjau pembangunan Pasar Johar Heritage, Senin (9/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang mendorong penyelesaian pembangunan Pasar Johar Heritage sesuai target, yakni pada tahun 2020 mendatang. Sehingga bisa segera ditempati para pedagang lama yang saat ini berjualan di tempat relokasi sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jalan Alteri Soekarno- Hatta, Semarang.

“Harapan kami dari komisi B, para pedagang lama yang saat ini masih berada di tempat relokasi MAJT, sudah bisa pindah pada tahun 2020, sesuai dengan target yang ditetapkan Pak wali Kota Semarang. Lalu harapan kami, daya tampung di Pasar Johar ini dapat menampung semua pedagang. Sehingga tidak ada pedagang yang tidak mendapatkan tempat nantinya,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo, saat meninjau proyek pembangunan Pasar Johar Heritage, Jalan Agus Salim, Senin (9/12/2019).

- Advertisement -

Sebagai informasi, bangunan Pasar Johar pernah dilanda kebakaran pada 9 Mei 2015 lalu, dan saat ini dibangun oleh Pemkot Semarang dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya.

Selain pembangunan Pasar Johar, bangunan Pasar Johar baru yang dulunya bernama Pasar Kanjengan juga turut dibangun. Pasar Kanjengan ini juga dipugar karena kasus kebakaran pada tahun 2016.

“Untuk Pasar Kanjengan dibangun empat lantai oleh Pemkot Semarang. Nantinya kawasan Johar akan ditata lebih bagus, dan mengembalikan fungsi alun-alun seperti dulu,” kata Joko Susilo.

Selain itu, lanjut Joko, saat perpindahan pedagang ke Pasar Johar dari tempat relokasi, diharapkan tidak muncul masalah dengan adanya pedagang baru. Dinas harus tepat dan tegas, dengan menempatkan pedagang sesuai daftar yang sudah ada di dinas perdagangan. Untuk itu sebelum memindahkan pedagang ke Pasar Johar, pihaknya meminta Pemkot Semarang menyiapkan pasar pendukung, agar semua pedagang bisa tertampung di pasar tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi jika kapasitas bangunan baru tak mencakup semua pedagang.

“Kami berharap ada pasar pendukung, seperti pasar Johar Baru atau yang dulu bernama Pasar Kanjengan, agar semua pedagang tertampung berjualan dan meminimalisir protes dari pedagang. Sehingga proses pindah ke Pasar Johar ini, tidak ada masalah lagi. Tinggal nantinya pembagian los maupun kios di Pasar Johar ini diprioritaskan untuk pedagang lama,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman mengatakan, pihaknya masih menunggu dari Distaru Kota Semarang terkait tindaklanjut penggunaan Pasar Johar. Karena kewenangan pembangunan ada di Distaru, dan masih ada beberapa tahapan yang harus dilalu. Di antaranya koordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) terkait persyaratan penggunaan bangunan cagar budaya tersebut.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.