in

Dewan Ajak Masyarakat Apresiasi Perjuangan Ibu

Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid.

HALO SEMARANG – Memperingati hari Ibu Nasional yang jatuh pada Rabu (22/12/2021), jajaran DPRD Provinsi Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk bisa menghargai jasa perjuangan seorang ibu, yang sudah berupaya menumbuhkan generasi penerus bangsa.

Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid mengimbau kepada masyarakat untuk bisa mengapresiasi perjuangan para ibu untuk mendidik anaknya. Sehingga sebagai anak harus mengucapkan terima kasih atas jasa yang sudah dilakukan seorang ibu.

“Saya kira ini momentum bagus, bagaimana seorang anak untuk bisa mengucapkan rasa terima kasih kepada ibu atas perjuangan selama ini, perjuangan untuk membesarkan anaknya dan mendidik generasi yang baik,” kata Abdul Hamid, Rabu (22/12/2021).

Dirinya juga mengatakan, perjuangan ibu saat pandemi ini menjadi jauh lebih berat, seperti mengawasi pertumbuhan anak hingga mendukung proses pembelajaran anak. Mengingat pembelajaran saat ini belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Perjuangan ibu paling berat di masa pandemi ini dalam mengawal pertumbuhan anaknya, ini tidak mudah karena sekolah sempat tidak masuk. Sehingga banyak ibu berupaya bagaimana membuat kondisi rumah bisa seperti sekolahan, agar anaknya tetap bisa mengikuti proses pembelajaran yang sama diajarkan di sekolahan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, sifat ataupun perilaku anak juga menjadi tangung jawab seorang ibu. Dia menilai tindakan anak berawal dari bagaimana seorang ibu mendidik anaknya.

“Seorang ibu sebagai tempat pertama bagi anak-anak yang mengenalkan dunia ini. Pertama kalinya yah ibu itu. Sehingga tindakan anak kerap meniru perilaku seorang ibu,” ujarnya.

Kendati demikian, Abdul Hamid mengakui, tugas seorang ibu tidak hanya memantau perkembangan anak saja. Akan tetapi juga harus mendukung suami yang sedang berjuang mencari rejeki untuk keluarga.

“Juga mengawal suami dan mendukung, dalam mencari nafkah untuk keluarga,” tuturnya.

Memperingati Hari Ibu, ia juga mengingat cerita Nyai Hasim Azari yang mengatakan, bahwa kesalahan dan kesuksesan anak hingga suaminya itu bermuara dari seorang ibu.

“Teringat kisah, Mbah Nyai Hasim Azari berkata, kesalahan dan kesuksesan anakmu, kesalahan dan kesuksesan suami itu tergantung dengan firasatmu. Itu menjadi patokan untuk para ibu, ataupun pengasuh dan para perempuan, bagaimana kesuksesan laki-laki dan anak itu juga tergantung pada usaha ibu atau perempuan,” tutupnya.(HS)

HUT Ke 72 Universitas Gadjah Mada, Ini Sejarah Berdirinya

Varian Omicron Belum Ditemukan di Jateng, Ganjar: Kita Mesti Waspada