in

Destinasi Wisata Dibuka, Pengunjung Dituntut Booking Online Tiket

Taman wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (dok/Disporapar Jateng).

 

HALO SEMARANG – Penurunan menjadi level II pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berimbas terhadap dibukanya kembali kawasan pariwisata di sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah.

Kasie Pengembangan Kawasan Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Hendrawan Purwanto menyebut, dibukanya kawasan pariwisata di Jateng telah diiringi dengan ketentuan persyaratan protokol kesehatan.

“Ada simulasi itu sebagai sarana latihan. Memang levelnya sudah turun ke level dua, namun tetap prinsip kehati-hatian,” ucap Hendrawan kepada halosemarang.id, Kamis (2/9/2021).

Menurutnya, pelaksanaan uji coba telah ditetapkan oleh pihaknya sebelum benar-benar kawasan pariwisata dibolehkan dibuka.
Selain itu, pengelola kawasan wisata juga ditekankan untuk melakukan evaluasi rutin yang harus dilaporkan secara berjenjang.

“Sebelum membuka, kita melalui surat edaran tetap harus melakukan simulasi dulu, kemudian dilaporkan secara bertahap dan berjenjang,” ujarnya.

Hendrawan menuturkan, kematangan dunia pariwisata dalam menyambut pengunjung telah ditunjukkan dengan sebagian besar pengelola telah divaksin. Walaupun, lanjutnya, syarat masuk bagi wisatawan harus vaksin belum menyeluruh.

“Yang divaksin itu bukan hanya pengunjung tapi juga pengelola. Pengelola kawasan pariwisata divaksin sekitar 80 persen. Namun diperjalanan ada yang komorbid dan yang terpapar jadi menunggu waktu, dari itu 95 persen mereka antusias untuk divaksin,” tuturnya.

Ia mengingatkan kepada pengunjung untuk memperhatikan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan pengelola pariwisata. Sebab tidak semua aturannya sama, kecuali penerapan protokol kesehatan.

“Pertama protokol kesehatan, dua sering melihat informasi dari akun media sosial tempat pariwisata itu, kalau antusias tinggi biasanya langsung datang ke objek wisata karena tidak tahu syaratnya mereka pada kecele,” katanya.

Untuk memudahkan pengunjung dan mengurangi kerumunan saat berwisata, pihaknya telah menerapkan pemesanan tiket melalui online.

“Kawasan pariwisata sudah banyak yang melakukan itu, wisatawan harus melakukan itu dan kami harapkan juga melakukan pembayaran melalui e-tiket,” tandasnya.(HS)

Share This

Delapan Pelaku Usaha Di KEK Menandatangani Komitmen Dengan UMKM Kendal

Mahasiswa Baru Polimarin Semarang Dituntut Cinta Tanah Air, dan Berdaya Saing Global